Materi Advokat

Hallo, Selamat Datang di Pendidikanmu.com, sebuah web tentang seputar pendidikan secara lengkap dan akurat. Saat ini admin pendidikanmu mau berbincang-bincang berhubungan dengan materi Advokat ? Admin pendidikanmu akan berbincang-bincang secara detail materi ini, antara lain: Menurut Para Ahli, Syarat, Nilai dan Kode.

Advokat

Pengertian Advokat

Advokat yakni seorang yang berprofesi guna dapat menyerahkan suatu jasa hukum baik di dalam maupun di luar pengadilan yang mengisi persyaratan yang menurut peraturan undang-undang.

UU Advokat dapat ditetapkan bahwa advokat ialah sebagai penegak hukum yang memilikikedudukan setara dengan penegak hukum lainnya yaitu hakim, jaksa, dan pun polisi.

Namun demikian, meskipun sama-sama sebagai sebuah penegak hukum, peran danfungsi semua penegak hukum ini bertolak belakang satu sama lain.

Ketentuan pada Pasal 5 Ayat 1 UU Advokat pun memberikan status untuk advokat sebagai penegak hukum yang memiliki suatu status setara dengan penegak hukum lainnya dalam mendirikan hukum dan keadilan.

Dalam dominasi yudikatif, advokat pun menjadi di antara lembaga yang perannya paling penting, di samping peran dari instansi kepolisian dan kejaksaan.

Advokat adalah suatu format profesi yang terhormat sampai-sampai ia tidak jarang disebut pun sebagai officium nobile yaitu sebagai pemberi jasa yang paling mulia dalam hukum.

Ia dinamakan mulia sebab ia pun adalah salah satu pilar dalam mendirikan suatu supremasi hukum dan hak asasi insan dan yang dapat mencoba pemberdayaan masyarakat dalam urusan menyadarkan hak-hak mendasar mereka di depan hukum.

Kata advokat, secara etimologis ini berasal dari bahasa latin “advocare”, yang berarti “to defend, to call to one,s aid to vouch or warrant.”

Sedangkan dalam bahasa Inggris yakni “advokate” berarti “to speak in favbour of or depend by argument, to support,indicate,or recommanded publicy.”

Secara terminologis, pun terdapat sejumlah pengertian advokat yang didefinisikan oleh para berpengalaman hukum, organisasi, ketentuan dan perundang-undangan yang pernah dan telah ada semenjak masa kolonial sampai sekarang.

Berdasarkan keterangan dari RUU KUHAP definisi advokat juga merupakan seorang yang memberi jasa hukum, baik di dalam maupun di luar pengadilan yang dapat mengisi persyaratan yang menurut peraturan Undang-undang mengenai Advokat.


Pengertian Advokat Menurut Para Ahli

Berikut ini terdapat beberapa pengertian advokat menurut para ahli, antara lain:


1. Menurut Kamus Hukum

Advokat ini ditafsirkan sebagai seorang pembela, seorang (ahli hukum) yang pekerjaannya dapat mengemukakan dan membela perkara di dalam atau pun di luar sidang pengadilan.


2. Menurut UU Advokat Indonesia Pasal 1 Ayat 1

Advokat merupakan salah seorang yang berprofesi guna dapat memberi suatu jasa hukum, baik di dalam maupun di luar pengadilan yang dapat mengisi persyaratan menurut undang-undang ini.


3. Menurut Balck’s Law Dictionary

Advokat merupakan seseorang yang bisa membantu, mempertahankan, atau membela guna orang lain. Seseorang yang dapat menyerahkan nasehat hukum dan pertolongan membela kepentingan orang beda di muka semua pengadilan atau sidang, seorang konsultan.


4. Menurut Luhut M.P

Kata advocaat (Belanda) yaitu seorang yang sudah resmi diusung untuk bisa menjalankan profesinya setelah mendapat gelar mester in de rechten (Mr).

Kata advocates (latin) yang berisi makna seorang berpengalaman hukum yang dapat menyerahkan pertolongn atau pertolongan dalam soal-soal hukum.


5. Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia

Advokat adalah seorang pengacara atau berpengalaman hukum yang berwenang untuk beraksi sebagai penasehat atau pembela perkara dalam pengadilan.


6. Menurut Subekti

Advokat yakni seorang pembela dan pun penasehat.


Tugas dan Tanggung Jawab Advokat

  1. Mewawancarai seorang klien dan meluangkan mereka dengan nasihat hukum ahli.
  2. Meneliti dan bisa mempersiapkan permasalahan dan menghadirkan mereka di pengadilan.
  3. Menulis suatu dokumen hukum dan menyiapkan pembelaan tertulis untuk permasalahan perdata.
  4. Penghubung dengan sebuah profesional lain laksana pengacara.
  5. Mengkhususkan diri dalam bidang hukum yang tertentu.
  6. Mewakili semua klien di pengadilan, pertanyaan publik, arbitrase dan pengadilan.
  7. Mempertanyakan seorang saksi.
  8. Melakukan negosiasi.

Kualifikasi dan Pendidikan yang diperlukan Advokat

  1. Lulusan dari fakultas Hukum atau Pasca Sarjana hukum.
  2. Interpersonal yang paling baik, presentasi dan pun keterampilan komunikasi tertulis atau lisan.
  3. Kepemilikan sebuah integritas, kerahasiaan dan teknik non-merugikan.
  4. Kepercayaan diri, semangat dan pun ketahanan.
  5. Kesadaran pada hukum dan komersial.
  6. Manajemen yang paling baik.
  7. Keterampilan pada sebuah akademik dan riset yang paling baik.

Syarat Menjadi Advokat Indonesia

  • Warga negara Republik Indonesia.
  • Bertempat bermukim di distrik Indonesia.
  • Tidak berstatus sebagai pegawai negeri atau pun pejabat negara.
  • Berusia sekurang-kurangnya selama 25 (dua puluh lima) tahun.
  • Berijazah sarjana yang berlatar belakang pada edukasi tinggi hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1).
  • Lulus ujian yang sudah diselenggarakan oleh Organisasi Advokat.
  • Magang sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun dan terus menerus pada kantor Advokat.
  • Tidak pernah dipidana sebab melakukan sebuah tindak pidana durjana yang ditakut-takuti dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih.
  • Berperilaku baik, jujur, bertanggung jawab, adil, dan pun mempunyai sebuah integritas yang tinggi.

Syarat Pengangkatan Advokat

  • Yang pun dapat diusung sebagai Advokat yaitu sebuah sarjana yang berlatar belakang pada edukasi tinggi hukum dan setelah mengekor pendidikan yang eksklusif profesi Advokat yang akan dilakukan oleh Organisasi Advokat.
  • Pengangkatan Advokat juga dilaksanakan oleh Organisasi Advokat.
  • Salinan pada suatu surat keputusan pelantikan Advokat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) yang dikatakan kepada Mahkamah Agung dan Menteri.

Sumpah atau Janji Advokat

  1. Demi Allah saya bersumpah atau pun saya berjanji : Bahwa saya bakal memegang teguh dan akan melaksanakan Pancasila sebagai dasar negara dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia.
  2. Bahwa saya guna dapat mendapat profesi ini, langsung atau tidak langsung dengan memakai nama atau teknik apapun juga, tidak akan menyerahkan atau menjanjikan barang sesuatu untuk siapapun juga.
  3. Bahwa saya dalam mengemban sebuah tugas profesi sebagai pemberi jasa hukum akan beraksi jujur, adil, dan bertanggung jawab yang menurut hukum dan keadilan.
  4. Bahwa saya dalam mengemban suatu tugas profesi di dalam atau di luar pengadilan tidak akan menyerahkan atau tidak bakal menjanjikan sesuatu untuk hakim, pejabat pengadilan atau pejabat lainnya agar memenangkan atau pun menguntungkan untuk perkara Klien yang sedang atau bakal saya tangani.
  5. Bahwa saya pun akan mengawal tingkah laku saya dan bakal menjalankan sebuah keharusan saya cocok dengan kehormatan, martabat, dan tanggung jawab saya sebagai Advokat.
  6. Bahwa saya tidak akan menampik untuk dapat mengerjakan pembelaan atau memberi jasa hukum di dalam sebuah perkara yang menurut irit saya pun adalahbagian daripada tanggung jawab profesi saya sebagai seorang Advokat.

Peranan Advokat

  • Peranan yang paling ideal (ideal role).
  • Peranan yang pun seharusnya (expected role).
  • Peranan yang dapat dirasakan oleh diri sendiri (perceived role).
  • Peranan yang sebetulnya dapat dilaksanakan (actual role).

Fungsi Advokat

  1. Sebagai seorang pengawal konstitusi dan hak asasi manusia.
  2. Memperjuangkan hak-hak asasi insan dalam sebuah negara hukum Indonesia.
  3. Melaksanakan suatu kode etik advokat.
  4. Memberikan sebuah nasehat hukum; (legal advice).
  5. Memberikan suatu konsultasi hukum (legal consultation).
  6. Memberikan sebuah pendapat hukum (legal opinion).
  7. Menyusun sebuah kontrak-kontrak (legal drfting).
  8. Memberikan sebuah informasi hukum (legal information).
  9. Membela sebuah kepentingan semua klien (litigation).
  10. Mewakili semua klien di muka pengadilan ( legal representation).
  11. Memberikan sebuah pertolongan hukum dengan gratis kepada masyarakat yang paling lemah dan tidak dapat (legal aid).

Nilai – Nilai Moral Advokat

Berikut ini terdapat beberapa nilai-nilai moral advokat, antara lain:


  • Nila – Nilai Kemanusiaan (Humanity)

Dalam makna penghormatan pada suatu martabat kemanusiaan.


  • Nilai – Nilai Keadilan (Justice)

Dalam makna dorongan guna dapat tidak jarang kali memberikan untuk orang apa yang menjadi haknya.


  • Nilai Kepatuhan atau Kewajaran (Reasonableness)

Dalam makna bahwa upaya guna mewujudkan ketertiban dan keadilan didalam masyarakat.


  • Nilai Kejujuran (Honesty)

Dalam makna adanya desakan kuat guna dapat merawat kejujuran dan menghindari diri dari tindakan yang curang. Kesadaran guna selalu memuliakan dan pun menjaga integritas dankehormatan profesinya.


  • Nilai Pelayanan Kepentingan Public (To Serve Public Interest)

Dalam makna bahwa di dalam suatu pengembangan profesi hukum sudah imberent motivasi keberpihakan pada hak-hak dan kepuasan masyarakat sebagai pencari keadilan yang adalah suatu konsekuensi langsung dari di pegang teguhnya nilai-nilaikeadilan, kejujuran, dan pun kredibilitas profesinya.


Kode Etik Advokat


1. Kode Etik Advokat Terhadap Klien

  • Advokat dalam sekian banyak perkara-perkara perdata mesti mengkhususkan penyelesaian dengan jalan damai.
  • Advokat tidak dibetulkan untuk memberikan penjelasan yang bisa menyesatkan klien tentang perkara yang sedang diurusnya.
  • Advokat tidak dibetulkan untuk menjamin untuk kliennya bahwa perkara yang ditangani bakal menang.
  • Dalam menilai besarnya suatu honorarium, advokat mesti mempertimbangkan keterampilan klien.
  • Advokat tidak dibetulkan untuk memberi beban pada klien dengan biaya-biaya yang tidak perlu.
  • Advokat dalam mengurus perkara yang gratis harus menyerahkan perhatian yang sama laksana terhadap perkara guna mana ia menerima uang.
  • Advokat pun harus menampik mengurus perkara yang menurut keterangan dari suatu keyakinannya tidak terdapat dasar hukumnya.
  • Advokat mesti memegang suatu rahasia jabatan mengenai hal-hal yang diumumkan oleh klien secara keyakinan dan mesti tetap akan mengawal rahasia tersebut setelah berakhirnya hubungan antara advokat dan semua klien itu.
  • Advokat tidak dibetulkan untuk mencungkil tugas yang dibebankan kepadanya pada ketika yang tidak menguntungkan suatu posisi semua klien atau pada ketika tugas tersebut akan dapat memunculkan kerugian yang tidak dapat dibetulkan lagi untuk para klien yang bersangkutan, dengan tidak bisa mengurangi peraturan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf (a).
  • Advokat pun akan mengurus sebuah kepentingan bareng dari dua pihak atau lebih yang mesti mengundurkan diri sepenuhnya dari pengurusan kepentingan antara semua pihak-pihak yang bersangkutan.
  • Hak retensi advokat terhadap semua klien dinyatakan sepanjang tidak bakal me­nimbulkan sebuah kerugian kepentingan klien.

2. Kode Etik Advokat Terhadap Teman Sejawat

  • Hubungan antara teman kolega advokat pun harus dilandasi sikap saling menghormati, saling menghargai dan saling memercayai.
  • Advokat ini bila akan merundingkan teman kolega atau juga andai berpapasan satu sama beda dalam sidang pengadilan, hendaknya tidak bakal menggunakan ucapan-ucapan yang tidak sopan baik secara lisan maupun tertulis.
  • Keberatan-keberatan terhadap sebuah tindakan pada teman kolega yang dianggap berlawanan dengan kode etik advokat mesti dapat dikemukakan kepada Dewan Kehormatan untuk dicek dan tidak dibetulkan untuk bisa disiarkan melewati media massa atau teknik lain.
  • Advokat tidak pun diperkenankan unik atau merebut seorang klien dari rekan sejawat.
  • Apabila semua klien berkeinginan mengubah advokat, maka advokat yang baru melulu dapat menerima sebuah perkara tersebut setelah menerima bukti dari pencabutan pemberian kuasa advokat semula dan pun berkewajiban mengingatkan semua klien guna dapat mengisi kewajibannya bilamana masih ada, terhadap ad­vokat semula.
  • Apabila sebuah perkara lantas dapat di berikan oleh semua klien terhadap advokat baru, maka advokat semula wajib pun memberikan kepadanya seluruh surat dan penjelasan yang urgen untuk bisa mengurus perkara itu, dengan memerhatikan sebuah hak retensi advokat terhadap klien tersebut.

Demikian Pembahasan Tentang Peranan Advokat: Pengertian Menurut Para Ahli, Tugas, Kualifikasi, Syarat, Sumpah, Fungsi, Nilai dan Kode dari Pendidikanmu
Semoga Bermanfaat Bagi Para Pembaca :)

Baca Artikel Lainnya:

/* */