Materi Disiplin Kerja

Hallo, Selamat Datang di Pendidikanmu.com, sebuah web tentang seputar pendidikan secara lengkap dan akurat. Saat ini admin pendidikanmu mau berbincang-bincang berhubungan dengan materi Disiplin Kerja? Admin pendidikanmu akan berbincang-bincang secara detail materi ini, antara lain: pengertian, prinsip, jenis, faktor.

Disiplin-Kerja

Pengertian Disiplin Kerja

Disiplin berasal dari kupas Latin “Disciplina” yang berarti pelajaran atau edukasi kesopanan dan kerohanian serta pengembangan tabiat. jadi sifat disiplin sehubungan dengan pengembangan sikap yang pantas terhadap pekerjaan.

Disiplin Kerja adalah suatu sikap dan perilaku seseorang yang mengindikasikan ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan ketertiban pada ketentuan perusahaan atau organisasi dan norma-normal sosial yang berlaku.


Pengertian Disiplin Kerja Menurut Para Ahli

Berikut ini  terdapat beberapa pengertian disiplin kerja menurut para ahli, terdiri atas:


1. Menurut Hasibuan

Disiplin kerja merupakan kesadaran dan keikhlasan seseorang menaati semua ketentuan dan norma-norma sosial yang berlaku. Kesadaran ialah sikap seseorang yang secara sukarela menaati semua ketentuan dan sadar bakal tugas dan tanggung jawabnya, kesediaan ialah suatu sikap dan tingkah laku dalam mengemban peraturan perusahaan, baik yang tertulis maupun tidak.


2. Menurut Sastrohadiwiryo

Disiplin kerja yaitu sebuah sikap menghormati, menghargai, patuh dan taat terhadap peraturan-peraturan yang berlaku, baik yang tertulis maupun tidak tertulis serta mampu menjalankannya dan tidak menghindar untuk menerima sangsi-sanksinya bilamana ia melanggar tugas dan wewenang yang diserahkan kepadanya.


3. Menurut Sutrisno

Disiplin kerja adalah perilaku seseorang yang cocok dengan peraturan, formalitas kerja yang terdapat atau disiplin ialah sikap, tingkah laku dan tindakan yang cocok dengan ketentuan dari organisasi baik tertulis maupun yang tidak tertulis.


4. Menurut Rivai

Disiplin kerja yakni sebuah alat yang dipergunakan semua manajer guna berkomunikasi dengan karyawan supaya mereka mau untuk mengolah suatu perilaku serta sebagai sebuah upaya untuk menambah kesadaran dan keikhlasan seorang dalam mengisi segala ketentuan perusahaan.


Prinsip-Prinsip Disiplin Kerja

  • Hadir di lokasi kerja sebelum masa-masa mulai bekerja.
  • Bekerja cocok dengan formalitas maupun aturan kerja dan ketentuan organisasi.
  • Patuh dan taat untuk saran maupun perintah atasan.
  • Ruang kerja dan perangkat selalu dipertahankan dengan bersih dan rapih.
  • Menggunakan perlengkapan kerja dengan efektif dan efisien.
  • Menggunakan jam tidur tepat masa-masa dan meninggalkan tempat sesudah lewat jam kerja.
  • Tidak pernah mengindikasikan sikap malas kerja.
  • Selama kerja tidak pernah absen/tidak masuk kerja dengan dalil yang tidak tepat, dan nyaris tidak pernah absen sebab sakit.

Jenis-Jenis Disiplin Kerja

Berikut ini  terdapat beberapa jenis-jenis disiplin kerja, terdiri atas:


1. Self Imposed Discipline

Self imposed discipline yakni disiplin yang dipaksakan diri sendiri. Disiplin yang berasal dari diri seseorang yang terdapat pada hakikatnya adalahsuatu tanggapan spontan terhadap pimpinan yang cakap dan adalah semacam desakan pada dirinya sendiri dengan kata lain suatu kemauan dan keinginan untuk menggarap apa yang cocok dengan kemauan kelompok.


2. Command Discipline

Command discipline yakni disiplin yang diperintahkan. Disiplin yang berasal dari suatu dominasi yang dinyatakan dan menggunakan teknik menakutkan untuk mendapat pelaksanaan dengan perbuatan yang diharapkan yang ditetapkan melalui kebiasaan, ketentuan tertentu.

Dalam bentuknya yang fanatik command discipline mendapat pelaksanaannya dengan memakai hukum.


3. Disiplin Preventif

Disiplin preventif yaitu pekerjaan yang dilakukan untuk mendorong semua karyawan supaya mengikuti sekian banyak standar dan aturan, sampai-sampai penyelewengan-penyelewengan bisa dicegah.


4. Disiplin Korektif

Disiplin korektif yaitu pekerjaan yang dipungut untuk menangani pelanggaran terhadap aturan-aturan dan mengupayakan untuk menghindari pelanggaran lebih lanjut.


5. Aturan Kompor Panas

Aturan kompor panas yakni aturan yang pada hakekatnya mengaku bahwa perbuatan pendisiplinan hendaknya mempunyai ciri-ciri yang sama dengan hukuman yang diterima seseorang sebab menyentuh suatu kompor panas.


6. Disiplin Progresif

Disiplin progresif yaitu menyerahkan hukuman yang lebih berat terhadap pelanggaran yang berulang. Tujuannya untuk menyerahkan kesempatan untuk karyawan untuk memungut tindakan korektif sebelum hukuman yang lebih serius dilaksanakan.


Indikator Disiplin Kerja

Berikut ini  terdapat beberapa indikator disiplin kerja, terdiri atas:


1. Taat terhadap Aturan Waktu

Ini disaksikan dari jam masuk kerja, jam pulang, dan jam tidur yang tepat waktu cocok dengan aturan yang berlaku di perusahaan.


2. Taat terhadap Peraturan Perusahaan

Peraturan dasar tentang teknik berpakaian, dan bertingkah laku dalam pekerjaan.


3. Taat terhadap Aturan Perilaku dalam Pekerjaan

Ini diperlihatkan dengan teknik melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan, tugas, dan tanggung jawab serta cara bersangkutan dengan unit kerja lain.


4. Taat terhadap Peraturan lainnya di Perusahaan

Aturan tentang apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilaksanakan oleh semua pegawai dalam perusahaan.


Faktor yang Mempengaruhi Disiplin Kerja

Adapun faktor yang mempengaruhi disiplin kerja, antara lain:


1. Tujuan dan Kemampuan

Tujuan dan keterampilan ikut memprovokasi tingkat kedisiplinan karyawan. Tujuan yang akan dijangkau harus jelas dan diputuskan secara ideal serta lumayan menantang untuk kemampuan karyawan.

Hal ini berarti bahwa destinasi (pekerjaan) yang dibebankan untuk karyawan mesti cocok dengan keterampilan karyawan bersangkutan, supaya dia bekerja betul-betul dan disiplin dalam mengerjakannya.


2. Kepemimpinan

Kepemimpinan paling berperan dalam menilai kedisiplinan karyawan, sebab pimpinan dijadikan teladan dan panutan oleh semua bawahannya. Pimpinan mesti memberikan contoh perilaku yang baik supaya ditiru oleh bawahannya nanti.

Seorang Pemimpin tidak boleh mengharapkan kedisiplinan bawahannya bakal baik, andai dia juga tak dapat mencontohkan perilaku disiplin yang baik untuk bawahannya.


3. Balas Jasa

Balas jasa (gaji dan kesejahteraan) ikut memprovokasi kedisiplinan karyawan sebab balas jasa akan menyerahkan kepuasan dan kerinduan karyawan terhadap perusahaan/pekerjaannya.

Jika kerinduan karyawan semakin baik terhadap pekerjaan, kedisiplinan mereka bakal semakin baik pula.


4. Keadilan

Keadilan ikut mendorong terwujudnya kedisiplinan karyawan, sebab ego dan sifat insan yang tidak jarang kali merasa dirinya urgen dan mohon diperlakukan sama dengan insan lainnya.

Dengan keadilan yang baik akan membuat kedisiplinan yang baik pula. Jadi, keadilan mesti diterapkan dengan baik pada masing-masing perusahaan agar kedisiplinan karyawan perusahaan baik pula.


5. Waskat

Waskat (pengawasan melekat) ialah tindakan nyata dan sangat efektif dalam mewujudkan kedisiplinan karyawan perusahaan.

Waskat efektif memicu kedisiplinan dan moral kerja karyawan. Karyawan merasa mendapat perhatian, bimbingan, petunjuk, pengarahan, dan pemantauan dari atasannya.


6. Ketegasan

Ketegasan pimpinan dalam mengerjakan tindakan akan memprovokasi kedisiplinan karyawan perusahaan. Pimpinan mesti berani dan tegas, beraksi untuk menghukum masing-masing karyawan yang indisipliner cocok dengan sangsi hukuman yang sudah ditetapkan.

Ketegasan pimpinan menegur dan menghukum masing-masing karyawan yang indisipliner bakal mewujudkan kedisiplinan yang baik pada perusahaan tersebut.


7. Sanksi

Sangsi berperan urgen dalam merawat kedisiplinan karyawan. Dengan sangsi hukuman yang semakin berat, karyawan bakal semakin fobia melanggar peraturan-peraturan perusahaan, sikap, perilaku indisipliner karyawan bakal berkurang.


Aspek Disiplin Kerja


1. Disiplin Waktu

Disiplin masa-masa di sini ditafsirkan sebagai sikap atau tingkah laku yang mengindikasikan ketaatan terhadap jam kerja yang meliputi: kehadiran dan kepatuhan karyawan pada jam kerja, karyawan mengemban tugas dengan tepat masa-masa dan benar.


2. Disiplin Peraturan

Peraturan maupun tata tertib yang tertulis dan tidak tertulis dibuat supaya tujuan sebuah organisasi dapat dijangkau dengan baik. Bagi itu diperlukan sikap setia dari karyawan terhadap komitmen yang telah diputuskan tersebut.

Kesetiaan di sini berarti taat dan patuh dalam mengemban perintah dari atasan dan peraturan, tata tertib yang sudah ditetapkan. Serta ketaatan karyawan dalam memakai kelengkapan pakaian seragam yang sudah ditentukan organisasi atau perusahaan.


3. Disiplin Tanggung Jawab

Salah satu wujud tanggung jawab karyawan ialah pemakaian dan pemeliharaan perlengkapan yang sebaik-baiknya sampai-sampai dapat menunjang pekerjaan kantor berlangsung dengan lancar.

Serta adanya kesanggupan dalam menghadapi kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya sebagai seorang karyawan.


Demikian Pembahasan Tentang Indikator Disiplin Kerja: Pengertian Menurut Para Ahli, Prinsip, Jenis, Faktor dan Aspek dari Pendidikanmu
Semoga Bermanfaat Bagi Para Pembaca :)

Baca Artikel Lainnya:

/* */