Materi Investasi

Hallo, Selamat Datang di Pendidikanmu.com, sebuah web tentang seputar pendidikan secara lengkap dan akurat. Saat ini admin pendidikanmu mau berbincang-bincang berhubungan dengan materi Investasi? Admin pendidikanmu akan berbincang-bincang secara detail materi ini, antara lain: pengertian, tujuan, jenis, faktor dan tahapan.

Investasi

Pengertian Investasi

Investasi adalah kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan nilai sumber daya menjadi lebih tinggi. Investasi dilakukan melalui investasi di rumah tangga swasta dan swasta. Investasi tidak hanya dilakukan dalam bentuk fisik, tetapi juga secara fisik tidak seperti investasi sumber daya.


Tujuan Investasi

Ada beberapa alasan mengapa seseorang melakukan investasi. Kamaruddin Ahmad, mengemukakan tiga alasan sehingga banyak orang melakukan investasi, yaitu:


  1. Untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak dimasa mendatang

Seseorang yang bijaksana akan berfikir bagaimana cara meningkatkan taraf hidupnya dari waktu ke waktu atau setidak-tidaknya bagaimana berusaha unuk mempertahankan tingkat pendapatannya yang ada sekarang agar tidak berkurang dimasa yang akan datang.


  1. Mengurangi tekanan inflasi

Dengan melakukan investasi dalam memilih perusahaan atau objek lain, seseorang dapat menghindarkan diri agar kekayaan atau harta miliknya tidak merosot nilainya karena di gerogoti oleh inflasi.


  1. Dorongan untuk menghemat pajak

Beberapa negara di dunia banyak melakukan kebijakan yang sifatnya mendorong tumbuhnya investasi di masyarakat melalui fasilitas perpajakan yang di berikan kepada masyarakat yang melakukan investasi pada bidang-bidang usaha tertentu.

Selain itu, orang melakukan investasi karena dipicu oleh kebutuhan akan masa depan. Tetapi sangat disayangkan, banyak orang belum memikirkan kebutuhan akan masa depannya. Padahal semakin ke depan, biaya hidup seseorang pasti akan semakin bertambah. Selain kebutuhan akan masa depan, orang melakukan investasi dipicu oleh banyaknya ketidakpastian atau hal-hal lain yang tidak terduga dalam hidup, misalnya keterbatasan dana, kondisi kesehatan, datangnya musibah secara tiba-tiba dan kondisi pasar investasi.


Jenis-Jenis Investasi

Berikut dibawah ini terdapat beberapa jenis-jenis investasi, antara lain:


1. Investasi permanen

Investasi permanen adalah investasi yang bersifat jangka panjang dan permanen. Misalnya, rumah tangga investasi terdiri dari mesin, peralatan, dan bangunan.


2. Investasi perumahan

Investasi apartemen diwujudkan dalam bentuk bangunan sebagai apartemen. Investor tertarik pada tipe apartemen karena nilainya meningkat seiring waktu.


3. Investasi persediaan

Investasi persediaan adalah investasi ekuitas dan digunakan sebagai cadangan untuk mengantisipasi peningkatan permintaan. Perusahaan memproduksi barang dan jasa yang melampaui tujuan yang ada. Overproduksi digunakan sebagai cadangan saat permintaan meningkat.


4. Investasi bersih dan barang modal tambahan

Investasi bersih adalah semua barang modal tambahan untuk periode tertentu. Dalam hal investasi bersih, tambahan barang modal yang tidak diperhitungkan saat mengganti barang modal yang ada. Investasi bersih dihitung dari investasi bruto dikurangi penyusutan.


Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Investasi

Berikut dibawah ini terdapat beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi investasi, antara lain:


1. Suku bunga

Suku bunga adalah pendorong utama kegiatan investasi rumah tangga. Fluktuasi suku bunga mempengaruhi ukuran investasi. Hubungan antara suku bunga dan investasi berbanding terbalik. Suku bunga tinggi menyebabkan pengembalian investasi yang lebih rendah. Tingkat bunga yang memiliki dampak terbesar pada investasi adalah tingkat bunga riil, mis. H. Tingkat bunga nominal dikurangi oleh tingkat inflasi.


2. Tingkat respons yang diharapkan

Situasi ekonomi di masa depan akan menggambarkan gambaran investasi bagi investor. Ekonomi yang stabil menjamin bahwa investasi yang dilakukan menguntungkan. Namun, investor juga perlu memperhatikan jenis investasi yang akan membuat mereka menguntungkan. Ketika investasi menawarkan ekspektasi laba tinggi, investor meningkatkan nilai investasinya.


3. Ketersediaan faktor produksi

Banyaknya barang modal yang tersedia menyebabkan bisnis rumah tangga menunda investasi mereka. Perusahaan akan memaksimalkan penggunaan faktor produksi seperti modal dalam bentuk mesin produksi. Ini dilakukan agar investasi investasi menjadi lebih efisien.


4. Biaya pengoperasian barang modal

Perusahaan mengurangi investasi dalam barang yang biaya operasi dan pemeliharaannya memengaruhi pendapatan perusahaan. Semakin tinggi biaya operasi, semakin rendah turnover perusahaan.


5. Pendapatan nasional

Pendapatan nasional yang tinggi akan berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat. Pendapatan publik yang tinggi mendorong peningkatan konsumsi barang dan jasa. Akibatnya, perusahaan mengalami peningkatan laba. Ini mendorong perusahaan untuk lebih meningkatkan nilai investasinya.


6. Perubahan teknologi

Kemajuan teknologi mendorong perusahaan untuk menggunakan teknologi yang lebih modern. Perusahaan menginvestasikan sebagian penjualannya dalam teknologi yang dapat membawa keuntungan besar bagi perusahaan.


Tahapan Pengambilan Keputusan Investasi

Menurut Sharpe (1995), pada dasarnya ada beberapa tahapan dalam pengambilan keputusan investasi antara lain :


  1. Menentukan kebijakan investasi

Pada tahap ini, investor menentukan tujuan investasi  dan kemampuan/ kekayaannya yang dapat diinvestasikan. Dikarekan ada hubungan positif antara resiko dan return, maka hal yang tepat bagi para investor untuk menyatakan tujuan investasinya tidak hanya untuk memperoleh banyak keuntungan saja, tetapi juga memahami bahwa ada kemungkinan resiko yang berpotensi menyebabkan kerugian. Jadi, tujuan investasi harus dinyatakan baik dalam keuntungan maupun resiko.


  1. Analisis sekuritas

Pada tahap ini berarti melakukan analisis sekuritas yang meliputi penilaian terhadap sekuritas secara individual atau beberapa kelompok sekuritas. Salah satu tujuannya melakukan penilaian tersebut adalah untuk mengidentifikasi sekuritas yang salah harga (mispriced).


  1. Pembentukan portofolio

Pada tahap ketiga ini adalah membentuk portofolio yang melibatkan identifikasi aset khusus mana yang akan diinvestasikan dan juga menentukan seberapa besar investasi pada tiap aset tersebut. Disini masalah selektivitas, penentuan waktu, dan diversifikasi perlu menjadi perhatian investor.

Dalam investasi, investor sering melakukan diversifikasi dengan mengombinasikan berbagai sekuritas dalam investasi mereka dengan kata lain investor membentuk portofolio. Selektivitas juga disebut sebagai microforecasting memfokuskan pada peramalan pergerakan harga setiap sekuritas. Penentuan waktu juga disebut macroforecasting yang memfokuskan pada peramalan pergerakan harga saham biasa relative terhadap sekuritas pendapatan tetap, misal obligasi perusahaan. Sedangkan diversifikasi meliputi konstruksi portofolio sedemikian rupa sehingga meminimalkan risiko dengan memerhatikan batasan tertentu.


  1. Melakukan revisi portofolio

Pada tahap ini, berkenaan dengan pengulangan secara periodik dari tiga langkah sebelumnya. Sejalan dengan waktu, investor mungkin merubah tujuan investasinya yaitu mementuk portofolio baru yang lebih optimal. Motivasi lainnya disesuaikan dengan preferensi investor tentang resiko danreturn itu sendiri.


  1. Evaluasi kinerja portofolio

Pada tahap terakhir ini, investor melakukan penilaian terhadap kinerja portofolio secara periodic dalam arti tidak hanya return yang diperhatikan tetapi juga resiko yang dihadapi. Jadi, diperlukan ukuran yang tepat tentang return dan resiko juga standar yang relevan.


Demikian Pembahasan Tentang Investasi: Pengertian, Tujuan, Jenis, Faktor dan Tahapan dari Pendidikanmu
Semoga Bermanfaat Bagi Para Pembaca :)

Berita Artikel Lainnya:

/* */