Materi Seni Patung

Hallo, Selamat Datang di Pendidikanmu.com, sebuah web tentang seputar pendidikan secara lengkap dan akurat. Saat ini admin pendidikanmu mau berbincang-bincang berhubungan dengan materi Seni Patung? Admin pendidikanmu akan berbincang-bincang secara detail materi ini, antara lain: pengertian, sejarah, jenis, unsur, teknik.

Seni-Patung

Karya Seni Patung

Seni patung adalah salah satu cabang dari seni rupa yang hasilnya berupa karya berwujud tiga dimensi.

Biasanya seni patung sendiri adalah ciptaan yang berasal dari kiat memahat, modeling (misalnya dengan bahan tanah liat) atau kasting (menggunakan perangkat cetak).


Pengertian Seni Patung

Berikut ini terdapat beberapa pengertian seni patung, terdiri atas:


1. Berdasarkan keterangan dari Bentuknya

Seni patung adalah hasil dari ekspresi jiwa insan yang dilimpahkan ke dalam format 3D (Tiga Dimensi) sebab mempunyai ukuran panjang, lebar dan tinggi (volume) serta dan pun dapat dinikmati dari segalas sudut.

Patung ini gunanya tak lain guna manampilka nilai estetika dari patung tersebut. Patung sendiri bisa ditemukan dengan gampang disetiap sudut jalan.

Biasanya format dari patung sendiri bisa berupa tugu atau monumen untuk untuk memperingati peristiwa bersejarah di lokasi monumen atau tugu tersebut berdiri.


2. Berdasarkan keterangan dari ensiklopedia indonesia ( 1990 : 215 )

Seni patung sculpture berarti seni pahat atau format badan yang padat yang diwujudkan dalam tiga dimensional yang ciptaanya dapat berupa gambar-gambar timbul (relief) atau patung yang dibikin dari media kayu maupun logam.


3. Berdasarkan keterangan dari Mikke Susanto (2011: 296)

Seni patung ialah sebuah tipe karya tiga dimensi yang bentuknya diciptakan dengan cara subtraktif (mengurangi bahan laksana memotong, menatah) atau aditif (membuat model lebih dulu laksana mengecor dan mencetak).


4. Berdasarkan keterangan dari Soenarso dan Soeroto dalam bukunya ( 1996: 6)

Seni Patung ialah semua karya dalam format meruang.


5. Berdasarkan keterangan dari Kamus Besar Indonesia

Seni patung ialah benda tiruan, format manusia dan fauna yang teknik pembuatannya dengan dipahat.


6. B.S Myers (1958: 131-132)

Seni patung ialah karya tiga dimensi yang tidak terbelenggu pada latar belakang apa juga atau bidang manapun pada sebuah bangunan.

Karya ini dicermati dengan teknik mengelilinginya, sampai-sampai harus nampak memukau atau terasa memiliki makna pada seluruh seginya.


7. Mayer (1969: 351)

Seni patung berdiri sendiri dan memang benar-benar berbentuk tiga dimensi sehingga dari sisi manapun anda melihatnya, anda akan dihadapkan kepada format yang bermakna.

Sehingga menurut sejumlah pendapat diatas, karya seni sendiri mempunyai media yang luas.

Segala hal bisa menjadi aspek yang menyokong dari terciptanya suatu karya seni, yang dimana perwujudan dari karya seni itu salah satunya ialah seni patung.

Cabang seni rupa tiga dimensi yang dinamakan dengan seni patung ini ialah perwujudan ekspresi serta kreasi dari insan kreatif.


Sejarah


1. Asia

Patung ini memang sudah ada di Asia semenjak berabad-abad lalu, dan seringkali berada di distrik yang kental dengan agama Hindu dan Buddha.

Sejumlah patung raksasa pun ada di sejumlah negara besar laksana Kamboja, Thailand, dan Indonesia.

Karya seni patung kesatu kali ditemukan di negara India di dalam kemajuan Lembah Indus selama tahun 3300-1700 SM.

Hal tersebut pun menjadi contoh mula mula eksistensi karya seni patung di dunia.

Lalu, sesudah adat Buddhisme, Hinduisme, dan Jainisme berkembang, India menciptakan patung dari tembaga serta pahatan batu dengan tingkat kerumitan yang tinggi, urusan ini dapat anda lihat dari iasan-hiasan kuil Hindu, Jain dan Buddha.

Selanjutnya, sesudah Dinasti Ming pada akhir abad ke 17 berakhir, tidak banyak sekali patung yang dikumpulkan di dalam museum, banyak sekali museum yang ada melulu menyimpan benda berupa perhiasan, batu mulia, atau gerabah.

Di abad ke 20 dengan gagap gempita tak terdapat satu juga karya yang dikenali sebagai seni patung.

Walaupun pada abad tersebut telah ada suatu sekolah patung yang memiliki corak sosial realis dimana menemukan pengaruh dari Soviet di mula dekade rezim komunis.

Hingga pada mula pergantian abad, semua pengrajin patung dari Tiongkok mulai mendominasi genre karya patung komersial laksana patung tokoh miniatur dan mainan.

Serta seniman garda yang sedang di depan Tiongkok pun ulai berpartisipasi dalam seni kontemporer Eropa Amerika.

Sedangkan di negara Jepang, tidak sedikit patung yang adalahsponsor dari pemerintah.

Kebanyakan dari patungnya sehubungan dengan hal agama, tetapi seiring dengan berkurangnya tradisi Buddhisme, jenis dari pemakaian bahan patung juga berkurang.

Pada abad ke tiga atau sekitar periode Kofun, patung yang tercipta dari tanah liat yang dinamakan dengan haniwa didirikan di luar makam/ Dalam Kondo yang terletak di Horyu-ji ada Trinitas Shaka (623).

Haniwa adalahpatung Buddha berupa dua bodhisattva dan patung yang dinamakan dengan Para Raja Pengawal Empat Arah.

Patung kayu di abad 9 mengambarkan Shakyamuni, yang adalahsalah satu format Buddha, patung itu menghiasi bangunan sekunder yang terdapat di Muro-ji.

Ciri dari khas dari patung mula periode Heian yakni bertubuh berat, dibungkus lipatan draperi tebal yang dipahat dengan gaya hompa-shiki atau ombak bergulung, dan memiliki ekspresi yang serius serta unik diri.

Sekolah seni patung Kei memang familiar dalam membuat patung dengan gaya baru serta terkesan lebih realisitis.


2. Afrika

Para seniman yang terdapat di Afrika lebih menyenangi seni karya tiga dimensi dikomparasikan dengan dua dimensi. Patung disana dibuat sebagai simbol dari asal patung tersebut dibuat.

Dilihat dari bahan dan pun teknik yang dipakai dalam menciptakan patung, di Afrika sendiri karya patung berbeda dari satu wilayah ke wilayah lainnya.

Di Afrika unsur barat, seni patung banyak sekali berupa tubuh yang memanjang, format bersudut, serta tampilan dari wajahnya lebih ke format yang ideal daripada individual.

Figur dari patung-patung tersebut dipakai dalam ritual keagamaan.

Serta bertentangan dari ciri khas tersebut, patung yang berbahasa Mande dari Afrika Barat tercipta dari kayu serta memiliki permukaan melebar serta lengan yang sama rata, dan kaki yang berbentuk serupa silinder.

Di Afrika Tengah seni patungnya memiliki karakteristik berupa format wajah yang serupa hati yang melengkung ke dalam dan berpola lingkaran serta titik.

Meskipun sejumlah kelompok pun lebih memilih pembuatan wajah dengan format yang geometris dan bersudut. Bahan yang digunakan ialah kayu, gading, tulang, batu, tanah liat dan logam.

Afrika Timur mempunyai seni patung berupa patung tiang.

Tiang itu dipahat sampai menyerupai insan serta dihias dengan motif geometris, dan dibagian pucuk dari tiang ada pahatan dengan tokoh seseorang, binatang, atau lainnya.

Biasanya patung tiang ini diletakan di sekitar makam dan dihubungkan dengan kematian.

Sedangkan di Afrika Selatan ada patung tokoh tertua dari tanah liat yang berasal dari tahun 400 sampai 600 AD dengan karakteristik mempunyai kepala yang berupa silindris.

Figur dari patung ini adalahperpaduan dari insan dan binatang.

Tak melulu itu, patung dari tanah liat yang berupa sandaran kepala pun kerap dikuburkan bareng pemiliki dari patung tersebut.

Patung sandaran kepala itu memiliki format geometris atau tokoh binatang..


3. Mesir

Seni patung di Mesir pada jaman dahulu adalah presentasi dari dewa-dewa mesir kuno, serta Fir’aun.

Pada penciptaan patungnya juga ada aturan ketatnya, diantaranya:

Patung laki-laki waranya lebih gelap daripada patung perempuan, patung berposisi duduk , tangan mesti ditaruh pada lutut dan serta aturan tertentu yang mencerminkan para dewa.

Peringkat dari tingkat keindahan patung didasari atas kesesuaiannya dengan aturan yang ada, dan aturan itu telah dibuntuti selama ribuan tahun lamanya.

Sehingga penampuilan dari patung mesir tidak mengalami tidak sedikit perubahan.

Kecuali ketika periode singkat masa pemerintahan Akhenaten dan Nefertiti yang dimana semua seniman diperbolehkan untuk menggambarnya secara naturalistik.


4. Eropa


1. Romawi Yunani Klasik

Seni patung klasik di eropa menemukan pengaruh dari zaman Yunani Kuno, Romawi kuno dan pun peradaban Helenisasi serta Romanisasi yang berada di dekat tahun 500 SM sampai tahun 476 AD (masa kejatuhan roma).

Istilah dari patung klasik juga dipakai dalam patung canggih yang bergaya klasik.

Patung klasik dari eropa sendiri memiliki ciri-ciri khusus, diantaranya :

  1. Figur badan sarat : berupa laki-laki muda atletis atau perempuan telanjang.
  2. Portrait : mengindikasikan tanda-tanda umur atau karakter yang kuat.
  3. Memakai kostum serta atribut dewa-dewi klasik
  4. Peduli dengan naturalisme didasari dengan observasi, seringkali menggunakan model sungguhan.

Bentuk patung telanjang seringkali sangat diterima oleh masyarakat luas, tetapi ada pun yang menantang urusan ini dan seringkali berasal dari kelompok fundamentalis moral dan relijius.

Sehingga eberapa patung Yunani yang adalahkoleksi dari Vatikan dihilangkan penisnya.


2.Periode Gothik

Pada periode Gothik seni patung adalahperpaduan dari gaya arsitektur Eropa zaman pertengahan (Gothik) dengan seni arsitektur Romawi yang dinamakan dengan periode Romanesque.

Seni patung gothik pada tadinya mendapatkan pengaruh dari agama Kristen sehingga tidak sedikit ada di dinding gereja dan biara.

Karya patung mula zaman Gothik ada di dalam Chartres Cathedral (sekitar th. 1145) di negara Perancis. Di negara Jerman pun ada patung serupa tepatnya terdapat di Cathedral Bamberg dari tahun 1225.

Di negara Inggris sendiri, seni patus hanya dipakai sebagai batu nisan dan hiasan non figur, sebagian urusan tersebut dikarenakan adanya ikonoklasme Cistercian.

Dan yang terakhir di Italia, seni patung tidak sedikit dipengaruhi dengan gaya klasik, contohnya laksana yang terdapat di Pisa dan Siena berupa mimbar Baptistery.


3. Renaissance

Tokoh urgen pada masa renaissance ialah Donatello dengan karyanya yaitu patung perunggu, dan david. Patung yang mereka bikin menjadi patung yang kesatu dimasa itu.

Demikian pun Michelangelo dengan karyanya berupa patung David danPietà.

Patung david yang diciptakan Michelangelo ialah contoh patung yang bergaya kontraposto yang menggambarkan tokoh manusia.

Di samping itu, ada sejumlah periode lainnya yang terdapat dari masa renaissance ke modernisme yang telah diprovokasi oleh evolusi politik, gerakan kebudayaan atau lainnya, yaitu periode mannerisme, baroque serta neo klasik.


4. Modernisme

Pada abad 20 adal di antara seniman patung yang terkenal mempunyai nama Auguste Rodin, ia disebut pun sebagai seniman patung Impresionis.

Di masa ini, seni patung canggih kalsik kurang digemari pada naturalisme, rinci anatomi atau kostum serta lebih tertarik pada stilisasi bentuk, irama volume dan ruang.

Seiring dengan perkembangnya zaman, gaya seni patung klasik canggih diadopsi oleh dua penguasa besar totalitarian Eropa, yaitu Nazi Jerman dan Uni Soviet.

Sementara itu, di unsur Eropa yang lain, gaya tersebut sudah berubah menjadi mempunyai sifat dekoratif/art deco (Paul Manship, Carl Milles), stilisasi abstrak (Henry Moore, Alberto Giacometti) atau lebih ekspresif.

Gerakan modernis dari dalam karya seni patung menghasilkan karya Kubisme, Futurisme, Minimalisme, Instalasi dan Pop art.


Jenis – Jenis Patung


1. Berdasarkan Bentuknya

Jenis patung menurut dari bentuknya terbagi dalam dua kategori, yakni :


1. Figuratif

Jenis patung figuratif ialah patung yang memiliki format menyerupai benda-benda yang terdapat di kehidupan nyata.

Contoh : patung manusia, hewan, tanaman yang diciptakan sedemikian rupa sampai-sampai menyerupai format aslinya.


2. Non Figuratif

Kebalikan dari patung jenis figuratif, patung non figuratif bentuknya tidak serupa aslinya.

Patung jenis non figuratif seringkali hanya memperlihatkan garis, lekukan atau unsur tertentu dari suatu objek.


2. Berdasarkan Jenisnya

Berdasarkan jenisnya, seni patung pun terbagi dalam dua kategori, yakni :


1. Zonde Bosse

Patung jenis zonde bosse ialah patung yang berdiri sendiri dimana kanan kirinya lepas serta tidak menempel pada satu sisi.


2. Relief

Kebalikan dari zonde bosse, jenis patung relief menempel pada permukaan dinding. Biasanya patung jenis ini mengisahkan peristiwa atau kejadian urgen dalam suatu adegan.


Unsur-Unsur Rupa dalam Seni Patung

Untuk mendapat hasil yang baik dalam sebuah karya seni maka dibutuhkan unsur-unsur penyokong yang sering dinamai sebagai unsur-unsur rupa (visual). Diantaranya bagian rupa dalam seni patung yakni :


1. Garis

Unsur rupa garis adalah pertemuan dari satu titik ke titik yang lain.

Berdasarkan keterangan dari pendapat Yudoseputro garis adalah unsur yang sangat penting yang bermanfaat sebagai pembatas, pemberi kesan dimensi serta pemberi kesan tekstur pada bidang.


2. Warna

Warna ialah unsur rupa yang menilai kualitas rupa dengan memisahkan kedua gambar atau format yang identik raut, ukuran, serta nilai gelap terangnya.


3. Tekstur

Tekstur adalah unsur rupa yang mengucapkan rasa permukaan bahan, yang sengaja disusun serta dikatakan di dalam rangkaian untuk mencapai format rupa.

Sebagai di antara usaha guna meyampaikan rasa tertentu pada suatu permukaan bidang.


4. Raut

Raut atau shape ialah sebuah bidang kecil yang hadir karena diberi batas oleh suatu kontur atau garis dan atau diberi batas sebab adanya warna yang bertolak belakang atau gelap terangnya pada sebuah arsiran atau bisa juga diakibatkan oleh adanya tekstur.

Di dalam suatu karya seni, shape dipakai sebagai tanda perasaan seorang seniman di dalam mencerminkan sebuah objek hasil subjek matter.


5. Bentuk

Pada dasarnya definisi dari bentuk ialah wujud jasmani yang dapat disaksikan (Bastomi, 1992 : 55).

Bentuk tak lepas dari hubungannya dengan unsur garis. Bidang adalah suatu format dataran yang diberi batas oleh garis, dengan kata lain format juga dinamakan sebagai bidang yang bertepi.

Bentuk adalah wujud, misalnya ada pada suatu karya seni patung yang tidak jarang kali memiliki format yang berbeda.


6. Ruang

Space atau ruang merupakan wilayah atau bagian yang mengitari sosok bentuknya. Unsur ruang sendiri sebetulnya tidak dapat disaksikan atau dalam kata beda disebu pun “khayal”.

Namun ruang itu dapat anda temui di dalam suatu benda dalam gambar gars dan bidang di atas kertas.


7. Volume

Volume adalah sebuah ruang yang diberi batas dengan adanya bidang.

Volume dalam suatu seni patung ada dalam bagian-bagian dari borongan massanya, terbentuk oleh keluasan dan kedalaman.

Volume dalam suatu patung pun disebut sebagai isi, patung mempunyai unsur trimatra serta mempunyai unsur ruang di dalamnya yang menjadikan volume terdapat di dalam karya seni patung.


8. Gelap Terang

Unsur gelap terang pun disebut sebagai cahaya, yang dimana berasal dari cahaya matahari yang berubah-ubah derajat intensitasnya.

Dan pun sudut jatuhnya yang menghasilkan bayang-bayang dengan keanekaragaman kepekatannya masing-masing waktu yang berbeda.

Seperti namanya, bagian ini membuat sebuah bayang-bayang yang bisa mempengaruhi format dari karya seni tersebut sendiri.


Teknik Seni Patung

Berdasarkan dari bahan penciptaan patung sendiri, maka ada sejumlah teknik yang dipakai dalam proses penciptaan patung, diantaranya :


1. Memahat (Carving)

Teknik carving atau memahat ini adalah teknik dengan meminimalisir bagian tertentu yang tidak diperlukan sehingga menyusun sebuah patung yang cocok dengan yang diharapkan.


2. Membentuk (Modeling)

Teknik ini adalah teknik yang dipakai dengan memanfaatkan bahan plastis, contohnya laksana tanah liat dan plastisin.

Tentunya bahan yang memakai teknik ini mempunyai sifat yang elastis, jadi format yang diharapkan nantinya didapatkan dari ekstra bahan baru pada format yang hendak diciptakan patung.


3. Menuang (Casting) atau Cor

Teknik ini berupa kiat centak guna bahan yang mempunyai sifat cari dengan memakai cetakan guna membuat format yang diinginkan. Bahan yang digunakan biasanya ialah emen, gipsum, logam, fiber glass dan lainnya.


4. Merangkai (Assembling)

Teknik ini adalah pembentukan dengan teknik merangkai dari sekian banyak macam bahan. Bahan yang dipakai dalam kiat ini diantaranya kain bekas, logam, karet, kulit, kaca, plastik, kayu dan lainnya.


5. Menyusun (Constructing)

Teknik yang satu ini memiliki kecenderungan pada karya arsitektural atau sering dikenal dengan seni bangunan.

Tekni ini adalah teknik dengan teknik merakit atau merangkai komponen dari logam atau besi dengan memakai alat las sebagai penyambung.


Fungsi Seni Patung

Seni patung dibuat tidak saja semata-mata guna dinikmati keindahannya, tetapi ada faedah lain dibaliknya.

Secara umum, seni patung berdarkan pembuatannya terbagi menjadi 6 macam, yaitu:

  1. Patung religi, di samping dinikmati keindahannya destinasi utama dari penciptaan patung macam ini yakni sebagai sarana beribadah yang bermakna relijius.
  2. Patung monument, keindahan serta format patung yang diciptakan sebagai tanda atau peringatan peristiwa bersejarah atau jasa seorang pahlawan.
  3. Patung arsitektur, bermanfaat dalam kontruksi bangunan yang mempunyai nilai estetis.
  4. Patung dekorasi, sebagai dekorasi dari suatu bangunan atau lingkungan taman.
  5. Patung seni, yang melulu untuk dinikmati keindahannya.
  6. Patung kerajian, selain dipakai untuk dinikmati keindahnnya pun sengaja guna dijual.

Berdasarkan Coraknya


1. Corak Imitatif (Realis/ Representatif)

Corak yang satu ini adalah tiruan dari format alam (manusia, hewan dan tumbuhan).

Perwujudan corak ini didasarkan pada fisio plastis atau format fisik baik anatomi proporsi, maupun gerak. Corak laksana ini nampak pada karya Hendro, Trubus, saptoto dan Edy Sunarso.


2. Corak Deformatif

Berbeda dengan corak di atasnya, corak yang satu ini telah tidak sedikit mengalami evolusi dari tiruan alam. Bentuk dari alam diolah sesuai dengan khayalan si pematung.

Perubahan dari format alam menghasilkan format baru. Dari khayalan dan geometris menimbulkan corak kubsistis yang nampak pada karya dari But Mochtar, G Sidharta, dan lain-lain.

Contoh patung corak deformatif “Dewi Kebahagiaan” karya G. Sidharta


3. Corak nonfiguratif (abstrak)

Secara umum, corak laksana ini sudah meninggalkan format alam sebagai perwujudannya (abstrak). Corak ini diprovokasi oleh aliran konstruksi.

Sebab, patung dipandanga sebagai format konstruksi, yakni rangkaian material laksana besi, plat, kawat, kayu, plastik, dan lainnya.

Corak laksana ini dapat anda lihat di dalam karya patung nonfiguratif “Tonggak Samudra” dari G. Sidharta.


Contoh Seni Patung

Ada 5 misal seni patung yang bakal yuksinau.id berikan, diantaranya :


1. Relief

Relief adalah lukisan atau gambar yang diciptakan dalam format 3 dimensi serta di taruh pada bidang dua dimensi.

Pada umumnya, relief ini ditemukan pada tugu atau candi yang di dalamnya mengisahkan sejarah melewati sebuah adegan berbentuk gambar.


2. Patung

Patung adalah sebuah ekspresi insan yang dilimpahkan dalam seni 3 dimensi. Umumnya format dari patung sediri berupa manusia, hewan, tumbuhan, atau lainnya.


3. Kerajinan Keramik

Kerajinan keramik pun masuk ke dalam kelompok seni patung. Bentuknya seringkali berupa guci, kendi, keramik, dan lainnya.


4. Mozaik

Mozaik adalah seni menyusun potongan batu, keramik atau kaca menjadi sebuah format gambar atau lukisan yang utuh atau lengkap.


5. Ukiran

Ukiran adalah batu atau kayu yang memang sengaja dipahat menjadi format khusus yang mempunyai keindahan.

Umumnya format ukiran ini bisa berupa manusia, hewan, atau bunga, dan pun sering dijadikan sebagai dekorasi di lokasi tinggal atau lokasi kerja.


Contoh Seni Patung yang Menjadi Ikon Negara di Dunia

Patung memang mempunayi nilai estetika tersendiri dikomparasikan dengan jenis karya seni lainnya.

Terdapat tidak sedikit sekali patung-patung produksi dari tangan insan kreatif yang familiar akan keindahan dan kemegahan patungnya.

Bahkan diantaraya terdapat yang menjadi ikon dari suatu negara. Berikut ini merupakan sejumlah patung yang sangat terkenal di dunia, yakni :

1. Patung Liberty

2. Christ The Redeemer, Rio de Janeiro

3. Sphinx, Mesir

4. Spring Temple Budha

5. Garuda Wisnu Kencana

6. Candi Borobuddur


Demikian Pembahasan Tentang Contoh Seni Patung: Karya, Pengertian, Sejarah, Jenis, Unsur, Teknik, Fungsi dan Corak dari Pendidikanmu

Semoga Bermanfaat Bagi Para Pembaca :)

Berita Artikel Lainnya:

/* */