Nama Malaikat Dan Tugasnya

Hallo, Selamat Datang di Pendidikanmu.com, sebuah web tentang seputar pendidikan secara lengkap dan akurat. Saat ini admin pendidikanmu mau berbincang-bincang berhubungan dengan materi Malaikat Dan Tugasnya? Admin pendidikanmu akan berbincang-bincang secara detail materi ini, antara lain:

Nama-Malaikat

Pengertian Malaikat Allah SWT

Malaikat merupakan kekuatan-kekuatan yang patuh, tunduk dan taat pada perintah serta peraturan Allah SWT. Malaikat berasal dari kata malak bahasa arab yang dengan kata lain kekuatan. Dalam doktrin agama islam ada 10 malaikat yang mesti kita ketahui dari tidak sedikit malaikat yang terdapat di dunia dan akherat yang tidak anda ketahui yakni antara beda :

Nama-Malaikan-Dan-Tugasnya


Nama Malaikan dan Tugasnya

  1. Malaikat Jibril yang mengucapkan wahyu Allah untuk nabi dan rasul.
  2. Malaikat Mikail yang bertugas memberi rizki / rejeki pada manusia.
  3. Malaikat Israfil yang mempunyai tanggung jawab mengembus terompet sangkakala di masa-masa hari kiamat.
  4. Malaikat Izrail yang bertanggungjawab menarik keluar nyawa.
  5. Malikat Munkar yang bertugas menanyakan dan mengerjakan pemeriksaan pada amal perbuatan insan di alam kubur.
  6. Malaikat Nakir yang bertugas menanyakan dan mengerjakan pemeriksaan pada amal perbuatan insan di alam kubur bareng Malaikat Munkar.
  7. Malaikat Raqib / Rokib yang mempunyai tanggung jawab untuk menulis segala amal baik manusia saat hidup.
  8. Malaikat Atid / Atit yang mempunyai tanggungjawab untuk menulis segala tindakan buruk / jahat manusia saat hidup.
  9. Malaikat Malik yang mempunyai tugas untuk mengawal pintu neraka.
  10. Malaikat Ridwan yang berwenang untuk mengawal pintu sorga / surga.

Malaikat Yang Ingin Kita Temui

Yang tentu semua manusia hendak bertemu dengan malaikat izrail yang menarik keluar nyawa anda dengan lemah lembut tanpa rasa sakit, malaikat munkar dan nakir dengan penampakan yang baik serta lemah lembut dalam menginterogasi kita, malaikat rakib yang memiliki daftar amal baik anda yang tebal, malaikat atid yang melulu memiliki sejumlah catatan buruk anda dan malaikat ridwan yang mempersilahkan masuk ke dalam surga yang kekal dan abadi. Jika kamu mau laksana itu, saya yakin kamu tahu apa yang kamu harus kerjakan di dunia.


Sifat-Sifat Dasar Malaikat Allah SWT :

  1. Pasti tidak jarang kali patuh pada segala perintah Allah dan tidak jarang kali tidak mengemban apa yang dilarang Allah SWT.
  2. Tidak sombong, tidak mempunyai nafsu dan tidak jarang kali bertasbih.
  3. Dapat berubah wujud dan menjelma menjadi yang dia kehendaki.
  4. Memohon ampunan untuk orang-orang yang beriman.
  5. Ikut bahagia saat seseorang menemukan Lailatul Qadar.

Iman Kepada Malaikat Allah

Iman untuk Malaikat ialah yakin dan membetulkan bahwa Malaikat tersebut ada, dibuat oleh Allah SWT dari cahaya / nur.

Fungsi iman untuk Malaikat Allah :

  1. Selalu mengerjakan perbuatan baik dan merasa najis serta anti mengerjakan perbuatan buruk sebab dirinya selalu dipantau oleh malaikat.
  2. Berupaya masuk ke dalam surga yang dipertahankan oleh malaikat Ridwan dengan bertakwa dan beriman untuk Allah SWT serta berlomba-lomba menemukan Lailatul Qodar.
  3. Meningkatkan keikhlasan, keimanan dan kedisiplinan anda untuk mengekor / meniru sifat dan tindakan malaikat.
  4. Selalu berfikir dan berhati-hati dalam mengemban setiap perbuatan sebab tiap tindakan baik yang baik maupun yang buruk bakal dipertanggungjawabkan di akhirat kelak.

Perbedaan Malaikat dengan Jin, Setan / Syetan dan Iblis

Malaikat tercipta dari cahaya atau nur sementara jin berasal dari api atau nar. Malaikat tidak jarang kali tunduk dan taat untuk Allah sementara jin terdapat yang muslim dan terdapat yang kafir. Yang kafir ialah syetan dan iblis yang bakal terus menggona manusia sampai hari kiamat supaya bisa mendampingi mereka di neraka.

Malaikat tidak mempunyai hawa nafsu sebagaimana yang dimiliki jin. Jin yang jahat akan tidak jarang kali senantiasa membangkang dan menjalankan apa yang dilarang oleh Tuhan Allah SWT. Malaikat ialah makhluk yang baik dan tidak bakal mencelakakan insan selama melakukan kebajikan, sementara syetan dan iblik bakal selalu menjerumuskan manusia sampai hari akhir.

Allah swt telah membuat malaikat dari cahaya. Ini menurut sabda Rasulullah saw.,

خُلِقَتِ الْمَلاَئِكَةُ مِنْ نُوْرٍ (رواه مسلم).
“Malaikat telah dibuat dari cahaya.” (Muslim).

Lantas apa tugas (pekerjaan) mereka? Mereka mengurus alam semesta ini cocok iradah dan masyi’ah (kehendak) Allah swt. Dia mendayagunakan malaikat untuk mengemban perintah-Nya, dan mereka, semua malaikat, tidak akan mengerjakan sesuatu kecuali dengan perintah Allah swt. Allah swt. menuliskan dengan gamblang mengenai hal ini.

Dan mereka berkata, “Tuhan yang Maha Pemurah telah memungut (mempunyai) anak.” Maha Suci Allah. Sebenarnya (malaikat-malaikat itu) ialah hamba-hamba yang dimuliakan. Mereka tersebut tidak mendahului-Nya dengan ucapan dan mereka menggarap perintah-perintahNya. (Al-Anbiya: 26-27)

Diantara amal mereka ialah bertasbih dan tunduk secara total dan sempurna untuk Allah swt., turun membawa wahyu, dan menulis semua amal. Allah swt. menjelaskan tentang urusan ini untuk kita sebagai mana ayat berikut.

Padahal sesungguhnya untuk kamu terdapat (malaikat-malaikat) yang memantau (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan menulis (pekerjaan-pekerjaanmu itu), mereka memahami apa yang anda kerjakan. (Al-Infithar: 10-12)

Ada pun malaikat yang bertugas mewafatkan dan menarik keluar nyawa.

Apakah beriman untuk malaikat ialah kewajiban untuk kita? Jawabnya pasti saja ya. Allah swt. sudah mengabarkan untuk kita mengenai mereka dalam Kitab-Nya. Jadi, iman untuk malaikat tersebut wajib dan menjadi di antara rukun iman. Perhatikan firman Allah swt. inilah ini.

Rasul sudah beriman untuk Al-Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, begitu pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman untuk Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan), “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan, “Kami dengar dan kami taat.” (Mereka berdoa), “Ampunilah kami, Ya Tuhan kami, dan untuk Engkaulah lokasi kembali.” (Al-Baqarah: 285)

Ar-Razi dalam At-Tafsiirul Al-Kabiir juz 2 halaman 160 mencatat tentang pengertian malaikat menurut keterangan dari Islam, nasrani, dan penyembah berhala. Menurut beberapa besar ulama Islam, malaikat ialah makhluk halus yang dibuat dari cahaya dan dapat berubah-ubah format yang berbeda. Sedangkan menurut keterangan dari sekte nasrani, malaikat ialah roh yang sudah terpisah dari tubuhnya, bisa berbicara, dan mempunyai sifat bersih dan baik.

Lain lagi menurut kelompok penyembah berhala. Mereka berasumsi bahwa malaikat ialah bintang yang bertugas memberi kebahagiaan atau kesengsaraan. Malaikat pemberi kebahagiaan dinamakan malaikat rahmah, dan malaikat yang memberi kesengsaraan dinamakan malaikat azab. Dengan demikian bintang, menurut keterangan dari mereka, ialah makhluk hidup yang bisa berbicara.


Dalil Iman Kepada Malaikat

Sebagaimana sudah kita pahami bahwa jalan mengarah ke iman untuk malaikat ialah melalui periwayatan yang shahih dari dalil-dalil Al-Qur’an dan sunnah. Akal dalam urusan ini tidak mempunyai peran, kecuali tunduk untuk apa yang telah diterangkan oleh wahyu, sementara wahyu tersebut sendiri tidak berlawanan dengan akal.


Hukum Beriman Kepada Malaikat

Keberadaan malaikat diperkuat dengan alasan Al-Qur’an, Sunnah dan ijma, maka iman untuk malaikat hukumnya wajib. Dan barangsiapa yang mengingkari eksistensi mereka, maka ia sudah kafir.

Berikut ini alasan Al-Qur’an dan Hadits bertalian dengan iman untuk malaikat.

Rasul sudah beriman untuk Al-Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, begitu pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman untuk Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan), “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan, “Kami dengar dan kami taat.” (Mereka berdoa), “Ampunilah kami, ya Tuhan kami, dan untuk Engkaulah lokasi kembali.” (Al-Baqarah: 285)

Di Al-Qur’an pun ada surat yang diberi nama surat Malaikat, yakni surat Faathir

Sedangkan salah satu hadits yang sangat populer sehubungan dengan tema ini ialah Hadits Jibril yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Hurairah r.a. (teks lengkapnya dapat dilihat di hadits kedua Arbain Nawani).

Rasulullah saw. pada sebuah hari bareng para sahabat, kemudian seorang laki-laki datang padanya lantas berkata; “Ya Rasulullah, apakah iman itu?” Rasul menjawab, “Iman ialah kamu beriman pada Allah, malaikat, kitabNya, bertemu denganNya, semua Rasul, dan beriman untuk hari kebangkitan.”

Jadi, jelaslah bahwa iman untuk malaikat ialah salah satu rukun akidah Islam. Tidak bakal diterima iman seorang muslim, tanpa mengimani rukun ini. Jika masih terbersit di benak Anda suatu pertanyaan, mengapa iman untuk malaikat menjadi di antara rukun iman? Pertanyaan kita itu dibalas oleh Imam Muhammad Abduh dalam Tafsir Al-Manar juz 2 halaman 110, “Bahwa iman untuk malaikat ialah pokok iman untuk wahyu. Karena, malaikat penyampai wahyu ialah roh yang berakal yang mempunyai ilmu yang luas dengan izin Allah. Malaikat mengucapkan wahyu untuk roh Nabi sebagai pokok agama.

Karenanya, penyebutan iman untuk malaikat didahulukan atas penyebutan iman untuk kitab dan semua nabi. Sebab, merekalah yang datang untuk para nabi membawa kitab. Jadi, mengingkari malaikat berarti mengingkari wahyu, kenabian, dan ruh. Dan tersebut berarti mengingkari hari akhir. Orang yang mengingkari hari akhir destinasi utama hidupnya ialah kenikmatan dunia, syahwat, dan segala tuntutannya. Hal ini ialah sumber kesengsaraan di dunia sebelum di akhirat.”


Sifat-sifat Malaikat

Kita sudah paham bahwa pengetahuan kita mengenai malaikat hanyalah berdasar pada alasan wahyu. Maka, wahyu pun yang menjelaskan untuk kita dari apa malaikat dibuat dan laksana apa tabiat mereka. Allah swt. telah membuat malaikat dari cahaya bertolak belakang dengan Adam dibuat dari tanah, dan jin dibuat dari api.

Imam Muslim meriwayatkan dari Aisyah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Malaikat diciptkan dari cahaya, jin dibuat dari api, dan Adam dibuat dari apa yang telah dikisahkan pada anda (tanah).”

Para ulama menuliskan bahwa semua malaikat ialah jawahir basithah yang diberi akal, tidak membutuhkan tempat, terdapat yang bersangkutan dengan benda konkret laksana otak, terdapat pula yang bersangkutan dengan yang abstrak laksana jiwa. Malaikat memiliki keterampilan logika akal yang tidak sempurna. Mereka tidak terhalang dari cahaya Allah. Dan tidak dilarang berada bersamanya pada sebuah waktu, pada suatu suasana dengan tidur, lalai atau syahwat. Bahkan mereka merasakan dengan apa yang mereka saksikan. Ketaatan mereka ialah karakter dan kemaksiatan mereka ialah tugas. Ini bertolak belakang dengan insan yang ketaatannya ialah tugas dan mengekor hawa nafsu ialah karakter (lihat Al-Kulliyat karya Abul Baqa’, halaman 854, penerbit Ar-Risalaat).

Simak sejumlah firman Allah swt. inilah ini:

Mereka takut untuk Tuhan mereka yang di atas mereka dan mengemban apa yang diperintahkan (kepada mereka). (An-Nahl: 50)

Mereka tersebut tidak mendahului-Nya dengan ucapan dan mereka menggarap perintah-perintahNya. (Al-Anbiya: 27)

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya ialah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya untuk mereka dan selalu menggarap apa yang diperintahkan. (At-Tahriim: 6)


Kedudukan dan Keutamaan Malaikat

Para ulama bertolak belakang pendapat dalam urusan menjadikan insan lebih utama daripada malaikat. Ada yang berasumsi bahwa semua rasul dari kelompok manusia lebih utama dari semua rasul dari kelompok malaikat dan semua wali dari kelompok manusia lebih utama dari semua wali kelompok malaikat. Sementara yang lain berasumsi bahwa malaikat lebih utama dari insan selain semua rasul.


Malaikat Bukan Lelaki dan Bukan Perempuan

Orang-orang musyrikin Arab Jahiliyah berpikir bahwa malaikat ialah anak-anak wanita Allah. Mereka sudah melakukan ketidaktahuan besar saat mengatakan bahwa Allah mempunyai anak dan anak-anaknya ialah para perempuan (malaikat). Sementara di sisi beda mereka tidak senang dengan anak-anak perempuan. Lihat cerminan ini di surat An-Nahl ayat 58.

Dan bilamana seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia paling marah.

Tentang kedustaan mereka, Allah menyatakan di dalam surat Az-Zukhruf ayat 19.

Dan mereka menjadikan malaikat-malaikat yang mereka itu ialah hamba-hamba Allah yang Maha Pemurah sebagai orang-orang perempuan. Apakah mereka menonton penciptaan malaika-malaikat itu? Kelak bakal dituliskan persaksian mereka dan mereka bakal dimintai pertanggung-jawaban.

Perhatikan pun surat Al-Isra ayat 40 di bawah ini.

Maka apakah patut Tuhan memilihkan bagimu anak-anak laki-laki sedang dia sendiri memungut anak-anak perempuan salah satu para malaikat? Sesungguhnya anda benar-benar mengucapkan ucapan-ucapan yang besar (dosanya).

Bukan sesuatu yang mengherankan keyakinan yang salah ini masih memprovokasi akal dan hati tidak sedikit orang. Contoh yang sangat jelas ialah menyerupakan malaikat dengan perempuan-perempuan berkostum putih dan menciptakan patung atau gambar malaikat pada format anak-anak wanita dan wanita-wanita cantik yang mempunyai sayap. Gambar-gambar itu dipasarkan di pasar-pasar dalam format ucapan selamat pada hari bahagia dan hari raya. Bahkan terdapat yang menciptakan boneka malaikat dengan wujud anak wanita atau perempuan cantik. Tentu urusan ini ialah kekufuran yang jelas. Barangsiapa yang mempercayai bahwa suara perempuan ialah suara malaikat atau semua perempuan adalahpotret malaikat rahmah, ia ialah kafir. Begitu pendapat Al-Bani dalam kitab Arkanul Iman.

Ada pun ulama berasumsi tidak sekeras Al-Bani. Mereka berpendapat, menggambar format malaikat ialah bid’ah yang sangat riskan dan dapat menerbitkan seorang muslim dari iman. Namun, dalam pembicaraan sehari-hari, orang tidak sedikit kadang mengasosiasikan sesuatu yang sempurna dalam penglihatan dengan malaikat. Misalnya semua wanita bangsawan yang terkesima dengan ketampanan Nabi Yusuf. Mereka mengasosiasikan Nabi Yusuf dengan malaikat (lihat surat Yusuf: 31). Tapi, mereka tidak menyakini bahwa Nabi Yusuf tersebut malaikat.


Malaikat Tidak Makan, Tidak Minum

Dalil bahwa malaikat tidak santap dan tidak minum ialah Al-Qur’an yang mengisahkan tentang semua tamu Nabi Ibrahim dari kelompok malaikat yang diutus oleh Allah guna menghancurkan perkampungan kaum Luth. Lihat surat Adz-Dzaariyaat ayat 24-28.

24. Sudahkah hingga kepadamu (Muhammad) kisah tentang tamu Ibrahim (yaitu malaikat-malaikat) yang dimuliakan?

25. (Ingatlah) saat mereka masuk ke lokasinya lalu mengucapkan, “Salaamun.” Ibrahim menjawab, “Salaamun (kamu) ialah orang-orang yang tidak dikenal.”

26. Maka dia pergi dengan diam-diam mendatangi keluarganya, lantas dibawanya daging anak sapi gemuk.

27. Lalu dihidangkannya untuk mereka. Ibrahim kemudian berkata, “Silakan kita makan.”

28. (Tetapi mereka tidak inginkan makan), karena tersebut Ibrahim merasa fobia terhadap mereka. Mereka berkata, “Janganlah anda takut.” Dan mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang alim (Ishak).


Malaikat Tidak Dapat Dilihat Dalam Bentuk Aslinya

Pada cerita tamu Ibrahim di atas, malaikat dapat disaksikan di ketika berbentuk pada wujud di samping aslinya. Sedangkan pendapat yang shahih bahwa malaikat tidak dapat disaksikan oleh insan biasa, dalilnya ialah firman Allah swt. di surat Furqan ayat 21-22.

21. Berkatalah orang-orang yang tidak menanti-nanti pertemuan(nya) dengan Kami, “Mengapakah tidak diturunkan untuk kita malaikat atau (mengapa) anda (tidak) menyaksikan Tuhan kita?” Sesungguhnya mereka memandang besar mengenai diri mereka dan mereka benar-benar telah mendahului batas (dalam melakukan) kezaliman.”

22. Pada hari mereka menyaksikan malaikat di hari tersebut tidak terdapat kabar gembira untuk orang-orang yang berdosa mereka berkata, “Hijraan mahjuuraa”.

Ibnu Hazm di Al-Fashl juz 4 halaman 57, mengomentari ayat ini dengan kalimat, “Allah sudah menjadikan permintaan insan akan diturunkannya malaikat sebagai sebuah masalah besar, yang dirasakan sebagai keangkuhan dan mendahului batas; dan Allah menjelaskan untuk kita bahwa anda sebagai insan tidak bakal pernah dapat menyaksikan malaikat hingga hari kiamat.”

Jika insan biasa tidak dapat menyaksikan malaikat, namun ada kekhususan untuk Rasulullah saw. Rasulullah saw sebagai seorang nabi dapat melihat malaikat jibril dalam format aslinya saat di malam Isra Mi’raj. Hal ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam musnadnya dari Masruq, dia berkata: aku pernah bareng A’isyah, beliau berkata, Bukankah Allah sudah berfirman di surat At-Takwiir ayat 23, Dan bahwasannya Muhammad tersebut melihat Jibril di ufuk yang terang.

Dan surat An-Najm ayat 13, Dan bahwasannya Muhammad telah menyaksikan Jibril tersebut (dalam rupanya yang asli) pada masa-masa yang lain. Lalu A’isyah berkata, “Aku orang kesatu dari umat ini yang bertanya untuk Rasulullah mengenai ayat di atas, maka Rasulullah saw. menjawab, ‘Sesungguhnya dia ialah malaikat Jibril.’ Rasul tidak melihatnya dalam format aslinya, kecuali dua kali. Rasul melihatnya kesatu kali di ketika Malaikat Jibril turun ke bumi dan sayapnya menutupi antara langit dan bumi.” (lihat Tafsir Ibnu Katsir, juz 4 halaman 251-252).

Walaupun kita, manusia, tidak dapat menyaksikan malaikat, tetapi ada beberapa makhluk yang diberi keunggulan khusus sampai-sampai dapat menyaksikan malaikat. Bukhari dan Muslim dalam shahihnya meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Jika anda mendengar suara ayam jago, maka mintalah untuk Allah beberapa dari karunianya, sebab ayam jago tersebut dapat menyaksikan malaikat; dan bila anda mendengar suara ringkik keledai, maka berlindunglah untuk Allah dari setan sebab ia menyaksikan setan.”

Sebagian orang memandang hadits laksana ini aneh, bagaimana barangkali burung-burung dan hewan dapat menonton apa-apa yang tidak bisa kita saksikan. Jawabnya sederhana. Benda mati saja bisa memperlihatkan untuk kita sesuatu yang anda tidak dapat melihatnya dalam situasi biasa. Contohnya televisi. Benda ini dapat menunjukkan gambar-gambar yang entah di mana adanya ke hadapan anda yang sedang duduk di dalam kamar. Padahal anda tahu isi televisi itu ialah rangkaian komponen elektronik saja.


Malaikat Mampu Berubah-ubah Bentuk

Dalam cerita tamu Nabi Ibrahim, semua malaikat datang dengan menjelma sebagai laki-laki dewasa. Karena itu, Nabi Ibrahim langsung menjamu mereka dengan makanan. Contoh lain ialah ketika malaikat datang untuk Maryam ibu Nabi Isa a.s. Perhatikan surat Maryam ayat 16-17 ini.

16. Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al-Quran, yaitu saat ia menjauhkan diri dari keluarganya ke sebuah tempat di sebelah timur,

17. Maka ia menyelenggarakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; kemudian kami mengutus roh Kami (Jibril a.s.) kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) insan yang sempurna.

Malaikat Jibril datang menjumpai Rasulullah dalam format manusia yang berbeda-beda bentuknya. Kadangkala serupa seorang shahabat yang mempunyai nama Dahyah bin Khalifah Al-Kalbi sebab Dahyah seorang pemuda tampan dan mempunyai postur yang ideal. Imam Bukhari dan Muslim sudah meriwayatkan di dalam shahihnya dari Umar bin Khaththab, ia berkata, “Ketika kami sedang duduk di sisi Rasulullah tiba-tiba hadir seorang laki-laki dengan mengenakan pakaian yang paling putih dan rambut yang paling hitam, kemudian menyandarkan kedua lututnya pada kedua lutut Rasulullah dan menempatkan kedua telapak tangannya di atas paha Rasul, dan ia berkata, ‘Wahai Muhamad, beritahu saya mengenai Islam.”

Kemudian bertanya lagi mengenai iman, ihsan, dan hari kiamat. Kemuian meninggalkan lokasi itu. Lalu Rasulullah saw. bertanya untuk Umar, “Wahai Umar, apakah anda tahu siapa yang bertanya tadi?” Umar menjawab, “Allah dan RasulNya lebih tahu.” Kemudian Rasulullah saw. menjelaskan, “Dia ialah Malaikat Jibril yang sudah datang kepadamu mengajarkan kami mengenai agamamu.”


Malaikat Memiliki Kemampuan Yang Luar Biasa

Malaikat memiliki keterampilan yang spektakuler yang tidak bisa dibayangkan. Misalnya, 8 malaikat pemikul Arsy.

“Dan malaikat-malaikat sedang di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari tersebut delapan malaikat menjunjung ‘Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka.” (Al-Haaqqah: 17)

Jika kursi Allah swt. luasnya seluas tujuh lapis langit dan bumi, jajaki bayangkan sebesar apa ‘Arsy dan bayangkan alangkah dahsyatnya kekuatan yang dipunyai para malaikat pemikul ‘Arsy. Coba bayangkan bagaimana kekuatan malaikat peniup sangkakala dimana ketika sangkakala ditiupkan semua makhluk yang ada di awang dan bumi mati seketika.

“Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di awang dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala tersebut sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menantikan (putusannya masing-masing).” (Az-Zumar: 68)

Bisakah anda bayangkan apa yang dilaksanakan malaikat terhadap kaum Nabi Luth laksana yang dicerminkan Allah swt. dalam firman-Nya di surat Hud ayat 82 ini?

“Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth tersebut yang di atas ke bawah (Kami balikkan, red.), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi.

Itulah cerminan yang menakutkan mengenai kekuatan malaikat.

Adapun kecepatan malaikat lebih cepat dari apa yang dibayangkan manusia. Allah berfirman di dalam surat Al-Ma’arij ayat 4.

“Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) untuk Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun.”

Cukup guna diketahui bahwa malaikat Jibril memi’rajkan Rasulullah saw. ke langit tertinggi lantas kembali lagi ke bumi, melulu dalam satu malam, bahkan beberapa dari malam. Kita tahu bahwa langit yang sangat dekat ke bumi membutuhkan jutaan tahun kecepatan cahaya. Artinya, saya dan anda butuh hidup jutaan tahun guna sampai ke sana bila anda jalan dengan kecepatan cahaya yang 300 km per detik. Pertanyaannya, siapa yang bisa melakukannya? Dari mana anda mendapat usia yang panjang guna perjalanan itu?


Malaikat Diciptakan Bagi Taat Dan Bertasbih

Ketaatan dan ibadah untuk malaikat ialah sifat pribumi mereka (jibillah) sebagaimana Allah mensifati mereka di surat At-Tahrim ayat 6.

“Tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya untuk mereka dan selalu menggarap apa yang diperintahkan.”

“Mereka tersebut tidak mendahului-Nya dengan ucapan dan mereka menggarap perintah-perintahNya.” (Al-Anbiya: 27) ayat

“Mereka tidak jarang kali bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya.” (Al-Anbiya: 20)

“Dan kepunyaan-Nyalah segala yang di awang dan di bumi. Dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada memiliki rasa sombong untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih.” (Al-Anbiya: 19)

Para ulama bertolak belakang pendapat tentang teknik bertasbihnya malaikat. Ibnu Mas’ud dan Ibnu Abbas berkata, tasbih mereka ialah shalat. Ini menurut firman Allah :

فلولا انه كان من المسبحين
“seandainya ia bukan orang yang tidak jarang kali bertasbih”, yang dimaksud dengan bertasbih di sini ialah shalat.

Qotadah berkata, tasbih malaikat ialah سبحان الله sebagaimana dicerna dari bahasa. Al-Qurthubi menyokong pendapat ini. Dalilnya ialah hadits riwayat Abu Dzar r.a. bahwa Rasulullah saw. pernah ditanya, “Ucapan apa yang sangat afdlal?” Rasulullah saw. menjawab, “Ucapan yang sangat afdlal ialah kata-kata yang sudah dipilihkan oleh Allah guna malaikat, yakni سبحان الله وبحمده ” (Muslim)

Dan Abdurrahman bin Qarth bahwa Rasulullah saw. pada malam Isra’ dan Mi’raj mendengar suara tasbih di awang yang sangat atas:“سبحان العلي الأعلى سبحانه وتعالى “. (Al-Baihaqi, Tafsir Al-Qurthubi juz 1/267).

Dan shalatnya malaikat ialah berdiri dan sujud. Dari Hakim bin Hizam, ia berkata, saat Rasulullah saw. bareng para sahabat, beliau bersabda, “Apakah kalian mendengar apa yang saya dengar?” Mereka menjawab, “Kami tidak mendengar sesuatu.” Rasulullah saw. berkata, “Sesungguhnya aku mendengar hentakan langit. Tidak terdapat satu jengkal juga bagian langit yang terhentak tetapi di atasnya malaikat sedaang sujud atau sedang berdiri.” (At-Tabrani, Mu’jam Al-Kabir, Al-Asyqar ‘Alamul Malaikah Al-Abrar, halaman.31,1989).

Keadaan malaikat dibuat untuk beribadah sampai-sampai sebagian ulama mempercayai bahwa malaikat bukan makhluk mukallaf. Yang sahih bahwa taklif mereka tidak sama dengan taklif kita. Adapun pendapat yang menuliskan bahwa mereka bukan makhluk mukallaf ialah pendapat yang salah sebab mereka diperintahkan guna beribadah dan taat. Allah swt. berfirman:

“Mereka takut untuk Tuhan mereka yang di atas mereka dan mengemban apa yang diperintahkan (kepada mereka).” (An-Nahl: 50)

Khauf ialah di antara tingkatan ubudiyah dan ketaatan yang sangat tinggi. (Al-Asyqar halaman 29,1989).

Dalil yang sangat kuat bahwa malaikat makhluk mukallaf ialah kisah mengenai perintah Allah untuk mereka guna susjud untuk Adam. Allah swt. berfirman di dalam surat Al-Baqarah ayat 34:

Dan (ingatlah) saat Kami berfirman untuk para malaikat, “Sujudlah anda kepada Adam.” Maka sujudlah mereka, kecuali Iblis; ia tak mau dan takabur, dan ialah ia termasuk kelompok orang-orang yang kafir.


Malaikat Terjaga Dari Salah

Dari penyampaian di atas saya dan anda bisa menyimpulkan bahwa malaikat terhindar dari kekeliruan dan tindakan dosa. Namun, jumhur ulama berpendapat, malaikat tidak ma’shum. Dalil-dalil sebagai berikut.

“Jika mereka menyombongkan diri, maka mereka (malaikat) yang di sisi Tuhanmu bertasbih kepada-Nya di malam dan siang hari, sedang mereka tidak jemu-jemu.” (Fushilat: 38)

Di ayat 30 surat Al-Baqarah, malaikat berkata, “Mengapa Engkau berkeinginan menjadikan (khalifah) di bumi tersebut orang yang bakal membuat kehancuran padanya dan menumpahkan darah. Malaikat mencaci terjadinya maksiat yang dilaksanakan Adam dan keturunannya, dan ini berarti mengindikasikan bahwa mereka (malaikat) bebas dari dosa. Sikap mereka tersebut diperkuat dengan kata-kata, “Padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau.” Yang berarti mereka senantiasa bertasbih dan mensucikan Allah tanpa henti.

Sedangkan alasan yang menuliskan bahwa malaikat tidak ma’shum ialah seperti yang diajukan Imam Ar-Razi dalam tafsirnya yang juga sangkalan atas pendapat malaikat terbebas dari salah.

Berdasarkan keterangan dari Ar-Razi, firman Allah swt., “Sesungguhnya Aku berkeinginan menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata, “Mengapa Engkau berkeinginan menjadikan (khalifah) di bumi tersebut orang yang bakal membuat kehancuran padanya dan menumpahkan darah, sebenarnya kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” ialah dalil yang mencela semua malaikat bukannya sebagai dalil mengenai bebasnya malaikat dari kesalahan. Hal tersebut ditinjau dari sejumlah sisi:

  1. Bahwa ucapan malaikat, “Sesungguhnya Aku berkeinginan menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata, “Mengapa Engkau berkeinginan menjadikan (khalifah) di bumi tersebut orang yang bakal membuat kehancuran padanya dan menumpahkan darah” ialah bantahan mereka terhadap Allah dan sikap ini salah satu dosa yang sangat besar.
  2. Bahwa semua malaikat telah mengerjakan ghibah Adam dan keturunannya dengan mempertanyakan mengenai mereka, sedangkan ghibah ialah salah satu dosa besar.
  3. Bahwa malaikat sudah memuji diri mereka sendiri sesudah mempertanyakan keturunan Adam dengan perkataan, “Padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau.” Bukankah memuji diri sendiri ialah tercela dan dapat menyebabkan ujub atau bangga terhadap diri sendiri, dan ini ialah sikap tercela sebagaimana Allah berfirman dalam surat An Najm ayat 32?
  4. Bahwa ucapan mereka, “Maha Suci Engkau, tidak terdapat yang kami ketahui di samping dari apa yang Telah Engkau ajarkan untuk Kami; Sesungguhnya Engkaulah yang Maha memahami lagi Maha Bijaksana.” ialah sikap mohon permakluman dan tersebut tidak terjadi kecuali sebab telah mengerjakan kesalahan.
  5. Bahwa firman Allah swt., “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda tersebut jika anda memang benar orang-orang yang benar! Dapat dicerna bahwa mereka telah berbohong pada apa yang mereka katakan.
  6. Bahwa firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 33, “Bukankah telah Ku katakan kepadamu, bahwa bahwasannya Aku memahami rahasia langit dan bumi, dan memahami apa yang anda lahirkan dan apa yang anda sembunyikan?” Dapat dicerna bahwa mereka meragukan bahwa Allah memahami segala hal.
  7. Bahwa dakwaan mereka terhadap manusia melulu berdasar sangkaan (dzhan) dan ini tidak dibetulkan sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Israa ayat 36.

“Dan janganlah anda mengikuti apa yang anda tidak memiliki pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya tersebut akan diminta pertanggungan jawabnya.“

Di antara semua malaikat yang wajib masing-masing orang Islam ketahui sebagai di antara Rukun Iman, menurut Al Qur’an, hadits dan kitab-kitab. Nama (panggilan) berserta tugas-tugas mereka ialah sebagai berikut:

Jibril – Pemimpin semua malaikat, bertugas mengucapkan wahyu dan mengajarkannya untuk para nabi dan rasul.

  • Mikail – Pembagi rezeki untuk seluruh makhluk.
  • Israfil – Peniup sangkakala pada hari kiamat.
  • Munkar dan Nakir – Pemeriksa amal insan di alam barzakh.
  • Malaikat Maut – Para pencabut nyawa semua makhluk, dipecah menjadi 2 jenis yaitu: Para pencabut dengan keras, Para pencabut dengan lembut.
  • Malaikat penjaga surga – Penjaga pintu syurga.
  • Malik – Pemimpin Malaikat Zabaniah dan penjaga neraka.
  • Zabaniah – 19 malaikat penyiksa dalam neraka yang bengis dan kasar.
  • Harut dan Marut – Dua Malaikat yang turun di negeri Babil.
  • Malaikat disekitar Arsy
  1. Hamalat al ‘Arsy – Empat malaikat pembawa ‘Arsy Allah, pada hari kiamat jumlahnya akan diperbanyak empat menjadi delapan.
  2. Malaikat yang melingkari Arsy – Para malaikat yang melingkari Arsy seraya bertasbih.
  • Darda’il – Malaikat yang menggali orang yang berdo’a, bertaubat, mohon ampun dan lainnya pada bulan Ramadhan.
  • Hafazhah (Para Penjaga)
  1. Kiraman Katibin – Para malaikat pencatat yang mulia, ditugaskan menulis amal insan sewaktu manusia tersebut hidup di dunia sampai di alam barzakh, lantas malaikat itu menjadi saksi disidang hisab di Mahsyar.
  2. Mu’aqqibat – Para malaikat yang selalu merawat (menjaga) insan dari kematian hingga waktu yang telah diputuskan yang datang silih berganti.
  • Malaikat Qarin – Para malaikat pendamping insan dari lahir sampai ajalnya, bertugas membisikkan hal-hal kebenaran dan kebaikan.
  • Malaikat Arham – Malaikat yang diperintahkan guna meniupkan ruh, memutuskan rizki, ajal, amal dan celaka atau bahagia pada 4 bulan kehamilan.
  • Jundallah – Para malaikat perang yang bertugas menolong nabi dalam peperangan.
  • As-Sijilli – Malaikat yang memberitahukan untuk Harut dan Marut mengenai makhluk yang pernah membuat kehancuran dan pertumpahan darah dibumi.
  • Azh-Zhil – Malaikat yang menemani Nabi Ibrahim saat berada dikobaran api.
  • Ad-Dam’u – Malaikat yang tidak jarang kali menangis andai melihat kekeliruan manusia.
  • An-Nuqmah – Malaikat yang tidak jarang kali berurusan dengan bagian api dan duduk disinggasana berupa nayala api, ia mempunyai wajah kuning tembaga.
  • Ahlul Adli – Malaikat besar yang melebihi besarnya bumi besera isinya disebutkan ia mempunyai 70 ribu kepala.
  • Malaikat berbadan api dan salju – Malaikat yang separuh badannya berupa api dan salju berukuran besar serta dikelilingi oleh sepasukan malaikat yang tidak pernah berhenti berzikir.
  • Ar-Ra’d – Malaikat pengatur awan dan hujan, ia mengaturnya dengan memakai petir sebagai cambuk.
  • Penjaga matahari – Sembilan Malaikat yang menghujani matahari dengan salju.
  • Malaikat Rahmat – Para penyebar keberkahan, rahmat, permohonan ampun dan pembawa roh orang-orang shaleh, ia datang bareng dengan Malaikat Maut dan Malaikat `Adzab.
  • Malaikat `Azab – Para pembawa roh orang-orang kafir, zalim, munafik, ia datang bareng dengan Malaikat Maut dan Malaikat Rahmat.
  • Malaikat penggiring – Para malaikat yang menggiring insan di Mahsyar, malaikat itu bareng dengan malaikat penyaksi (Kiraman Katibin).
  • Malaikat pegunungan – Malaikat yang mengawal pegunungan.
  • Malaikat Bayt al-Makmur – 70 ribu malaikat yang masing-masing hari masuk ke Bayt al-Makmur.
  • Malaikat penyeru manusia
  1. Penyeru bulan Ramadhan – Satu malaikat yang terus menerus memanggil insan beriman guna bergembira dan insan jahat untuk menyangga segala durjana ketika malam kesatu bulan Ramadhan sampai fajar.
  2. Penyeru dari pintu-pintu Surga – Para malaikat yang berseru untuk orang beriman untuk menginjak pintu-pintu tertentu tergantung dari amal ibadahnya.
  3. Penyeru kebajikan setiap hari – Dua malaikat yang masing-masing hari berseru yang didengar oleh semua makhluk-Nya kecuali insan dan jin.
  • Malaikat Laylat al-Qadr – Jibril dan serombongan malaikat yang turun masing-masing Laylat al-Qadr pada bulan Ramadhan.
  • Penjaga Mekkah dan Madinah – Para malaikat yang mengawal Kota Mekkah dan Madinah dari kedatangan Dajjal.
  • Pencari orang yang berzikir – Para malaikat yang menggali orang-orang yang berzikir untuk Allah.
  • Penganjur berbekam – Malaikat yang menyarankan berbekam saat Muhammad sedang mi’raj ke Sidratul Muntaha.
  • Pengendali tali Neraka Jahannam – 70 ribu malaikat yang mengendalikan tali kekang Neraka Jahannam.
  • Pendoa insan yang mendoakan saudaranya – Para malaikat yang berkata, “Aamiin (Ya Allah, kabulkanlah do’anya untuk saudaranya) dan anda pun menemukan apa yang ia dapatkan”, untuk orang yang mendoakan kebajikan saudaranya tanpa sepengetahuan mereka.[49]
  • Penyampai doa pujian – Dua belas malaikat yang berebutan untuk mengucapkan doa pujian salah seorang kawan nabi untuk Allah.
  • Penyaksi wafatnya kawan nabi – 70 ribu malaikat yang menonton wafatnya Sa’ad bin Muadz.
  • Pelindung dan pemberi sokongan orang beriman – Para malaikat yang pelindung orang-orang beriman saat hidup didunia dan akherat, saat orang beriman dalam suasana sekarat mereka akan menyerahkan dukungan.
  • Pembeda haq dan bathil – Para malaikat yang ditugaskan untuk memisahkan antara yang benar dan salah untuk manusia dan jin.
  • Penentram hati – Para malaikat yang mendoakan seorang mukmin guna meneguhkan pendirian sang mukmin tersebut.
  • Penjaga pintu langit – Tujuh malaikat yang mengawal tujuh pintu langit. Mereka dibuat oleh Allah sebelum Dia membuat langit dan bumi.
  • Pemberi salam berpengalaman surga – Para malaikat yang menyerahkan salam untuk para penghuni surga.
  • Pemohon kerahmatan (belas kasih)
  1. Pemohon ampunan orang beriman – Para malaikat yang ada disekeliling ‘Arsy yang memohonkan ampunan untuk kaum yang beriman.
  2. Pemohon ampunan insan di bumi – Para malaikat yang bertasbih memuji Allah dan memohonkan ampun untuk orang-orang yang terdapat di bumi.
  3. Pemohon ampunan para pria yang salat di masjid – Para malaikat yang mendoakan ampunan untuk para pria yang ikhlas salat berjamaah di masjid.
  4. Pemohon ampunan pembesuk orang sakit – 70 ribu malaikat yang mengiringi dan mendoakan ampunan untuk umat muslim yang membesuk orang sakit.
  5. Pemohon ampunan orang yang bershalawat untuk Nabi – Para malaikat yang mendoakan ampunan untuk orang-orang yang bershalawat untuk Nabi Muhammad.
  6. Pemohon ampunan orang yang mengajarkan kebajikan – Para malaikat yang mendoakan ampunan untuk orang yang mengajarkan kebajikan kepada sesama manusia.
  7. Pemohon ampunan orang istirahat dalam suasana suci – Para malaikat yang berada didalam pakaian orang istirahat dalam suasana suci.
  • Penghormat penuntut ilmu – Para malaikat yang berhenti terbang karena hendak mendengarkan ilmu atau memuliakan orang yang menggali ilmu pengetahuan.
  • Pengatur hal dunia – Malaikat yang menata urusan insan didunia.
  • Pendengar bacaan Qur’an
  1. Pendengar bacaan Qur’an manusia saat salat – Para malaikat yang memperhatikan dan menelan bacaan Qur’an saat manusia salat.
  2. Pendengar bacaan kawan nabi – Malaikat yang memperhatikan bacaan Qu’ran Usayd bin Hudhayr.
  • Pendo’a orang yang berinfaq dan orang kikir – Para malaikat yang berdoa masing-masing pagi dan senja untuk orang yang berinfaq dengan doa kebajikan dan penahan infaq dengan doa kehancuran.

Nama Malaikat Maut disebutkan Izrail, tidak ditemukan sumbernya baik dalam Al Quran maupun Hadits. Kemungkinan nama malaikat Izrail didapat dari sumber Israiliyat. Dalam Al Qur’an dia melulu disebut Malak al-Maut atau Malaikat Maut.

Malaikat Jibril, meski namanya melulu disebut dua kali dalam Al Qur’an, ia pun disebut di tidak sedikit tempat dalam Al Qur’an dengan sebutan lain laksana Ruh al-Qudus, Ruh al-Amin dan lainnya.

Dari nama-nama malaikat di atas ada sejumlah yang dinamakan namanya secara spesifik di dalam Al Qur’an, yakni Jibril (QS 2 Al Baqarah: 97,98 dan QS 66 At Tahrim: 4), Mikail (QS 2 Al Baqarah: 98) dan Malik (QS Al Hujurat) dan lain-lain. Sedangkan Israfil, Munkar dan Nakir dinamakan dalam Hadits.


Wujud Malaikat

Wujud semua malaikat telah diulas di dalam Al Qur’an terdapat yang mempunyai sayap sejumlah 2, 3 dan 4. surah Faathir 35:1 yang berbunyi:

“ Segala puji untuk Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus sekian banyak macam urusan) yang memiliki sayap, setiap (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Faathir 35:1)

Kemudian dalam sejumlah hadits disebutkan bahwa Jibril mempunyai 600 sayap, Israfil mempunyai 1200 sayap, dimana satu sayapnya menyamai 600 sayap Jibril dan yang terakhir disebutkan bahwa Hamalat al-‘Arsy mempunyai 2400 sayap dimana satu sayapnya menyamai 1200 sayap Israfil.

Wujud malaikat tak dapat dapat disaksikan dengan mata telanjang, sebab mata insan tercipta dari bagian dasar tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi format tidak akan dapat melihat wujud dari malaikat yang asalnya terdiri dari cahaya, melulu Nabi Muhammad SAW yang dapat melihat wujud pribumi malaikat bahkan hingga dua kali.

Mereka tidak meningkat tua ataupun meningkat muda, suasana mereka kini sama persis saat mereka diciptakan. Dalam doktrin Islam, ibadah insan dan jin lebih digemari oleh Allah dikomparasikan ibadah semua malaikat, sebab manusia dan jin dapat menilai pilihannya sendiri bertolak belakang dengan malaikat yang tidak mempunyai pilihan lain. Malaikat melaksanakan tugas-tugas tertentu dalam mengelola alam semesta. Mereka dapat mengarungi alam semesta secepat kilat atau bahkan lebih cepat lagi. Mereka tidak berjenis pria atau wanita dan tidak berkeluarga.


Sifat Malaikat

Sifat-sifat malaikat yang dipercayai oleh umat Islam ialah sebagai berikut:

  • Selalu bertasbih siang dan malam tidak pernah berhenti.
  • Suci dari sifat-sifat insan dan jin, laksana hawa nafsu, lapar, sakit, makan, tidur, bercanda, berdebat, dan lainnya.
  • Selalu fobia dan taat untuk Allah.
  • Tidak pernah maksiat dan selalu melaksanakan apa saja yang diperintahkan-Nya.
  • Mempunyai sifat malu.
  • Bisa terganggu dengan bau tidak sedap, anjing dan patung.
  • Tidak santap dan minum.
  • Mampu mengolah wujudnya.
  • Memiliki kekuatan dan kecepatan cahaya.

Malaikat tidak pernah lelah dalam mengemban apa-apa yang diperintahkan untuk mereka. Sebagai makhluk ghaib, wujud Malaikat tidak bisa dilihat, didengar, diraba, dihirup dan dialami oleh manusia, dengan kata beda tidak dapat dicapai oleh panca indera, kecuali andai malaikat menampakkan diri dalam rupa tertentu, laksana rupa manusia. Ada dispensasi terhadap cerita Muhammad yang pernah bertemu dengan Jibril dengan menampakkan wujud aslinya, penampakkan yang diperlihatkan kepada Muhammad ini sejumlah 2 kali, yakni pada ketika menerima wahyu dan Isra dan Mi’raj.

Beberapa nabi dan rasul sudah di tampakkan wujud malaikat yang pulang menjadi manusia, laksana dalam cerita Ibrahim, Luth, Maryam, Muhammad dan lainnya.

Berbeda dengan doktrin Kristen dan Yahudi, Islam tidak mengenal istilah “Malaikat Yang Terjatuh” (Fallen Angel). Azazil yang lantas mendapatkan julukan Iblis, ialah nenek moyang Jin, laksana Adam nenek moyang Manusia. Jin ialah makhluk yang dicipta oleh Allah dari ‘api yang tidak berasap’, sedang malaikat dicipta dari cahaya.


Tempat yang tidak digemari Malaikat

Berdasarkan keterangan dari syariat Islam ada sejumlah tempat dimana semua malaikat tidak akan mengunjungi tempat (rumah) itu dan terdapat pendapat beda yang menuliskan adanya dispensasi terhadap malaikat-malaikat tertentu yang tetap akan mendatangi tempat-tempat tersebut. Pendapat ini telah dikatakan oleh Ibnu Wadhdhah, Imam Al-Khaththabi, dan yang lainnya. Tempat atau lokasi tinggal yang tidak ditembus oleh malaikat itu salah satu lain merupakan:

  1. Tempat yang di dalamnya ada anjing, (kecuali anjing guna kepentingan penjagaan keamanan, pertanian dan berburu);
  2. Tempat yang ada patung (gambar);
  3. Tempat yang di dalamnya terdapat seseorang muslim yang mengancungkan dengan senjata terhadap saudaranya sesama muslim;
  4. Tempat yang mempunyai bau tidak sedap atau menyengat.

Kesemuanya tersebut menurut alasan dari hadits shahih yang dicatatat oleh semua Imam, di antaranya ialah Ahmad, Hambali, Bukhari, Tirmidzy, Muslim dan lainnya. Tidak tidak banyak nash hadits yang mengaku bahwa malaikat rahmat tidak akan menginjak rumah yang di dalamnya ada anjing dan pahala empunya anjing bakal susut atau berkurang.

Malaikat Jibril pun tak mau untuk masuk ke lokasi tinggal Muhammad sewaktu ia berjanji hendak datang ke rumahnya, disebabkan ada seekor anak anjing di bawah lokasi tidur. Malaikat Rahmat juga tidak akan menemani suatu kaum yang terdiri atas orang-orang yang berteman dengan (memelihara) anjing.


Demikian Pembahasan Tentang 10 Nama Malaikat: Tugas, Pengertian, Sifat dan Perbedaan dari Pendidikanmu

Semoga Bermanfaat Bagi Para Pembaca :)

Berita Artikel Lainnya:

/* */