Materi Pemasaran Jasa

Hallo, Selamat Datang di Pendidikanmu.com, sebuah web tentang seputar pendidikan secara lengkap dan akurat. Saat ini admin pendidikanmu mau berbincang-bincang berhubungan dengan materi Pemasaran Jasa? Admin pendidikanmu akan berbincang-bincang secara detail materi ini, antara lain: pengertian, karakteristik, jenis, baruan.

Pemasaran-Jasa

Pengertian Pemasaran Jasa

Pemasaran jasa ialah suatu perbuatan yang ditawarkan pihak produsen untuk konsumen berupa jasa yang tidak bisa dilihat, dirasa, didengar atau diraba tetapi dapat dialami manfaatnya oleh konsumen.

Jasa adalah tindakan atau pekerjaan yang merangkum semua kegiatan yang output nya berupa kinerja (hasil) yang diterima oleh pelanggan atau konsumen. Dimana antara pelanggan atau konsumen dan produsen (pihak pemberi jasa) memiliki kebersangkutanan satu sama lain, urusan itu dapat tampak dalam nilai tambah value yang diserahkan oleh produsen (pihak pemberi jasa) untuk pelanggan atau konsumen dalam format kenyamanan, hiburan kecepatan dan kesehatan.


Pengertian Pemasaran Jasa Menurut Para Ahli

Ada Beberapa Pengertian Pemasaran Jasa Berdasarkan keterangan dari Para Ahli:

  • Berdasarkan keterangan dari Lupiyoadi (2006:5), pemasaran jasa ialah setiap perbuatan yang ditawarkan oleh di antara pihak untuk pihak beda yang secara prinsip intangible dan tidak mengakibatkan perpindahan kepemilikan apapun.
  • Berdasarkan keterangan dari Yazid (2008:13), pemasaran jasa adalah penghubung antara organisasi dengan konsumennya. Peran penghubung ini akan sukses bila seluruh upaya pemasaran diorientasikan untuk pasar. Keterlibatan seluruh pihak, dari manajemen puncak sampai karyawan non-manajerial, dalam merumuskan maupun menyokong pelakasanaan pemasaran yang berorientasi untuk konsumen itu adalahhal yang tidak dapat ditawar-menawar lagi.
  • Berdasarkan keterangan dari Daryanto (2011:236), pemasaran jasa ialah mengenai janji-janji. Janji-janji yang diciptakan kepada pelanggan dan mesti dijaga. Kerangka kerja strategis diketahui sebagai service triangle yang memperkuat pentingnya orang dalam perusahaan dalam menciptakan janji mereka dan berhasil dalam membina customer relationship.

Karakteristik Pemasaran Jasa

Berikut ini terdapat beberapa karakteristik pemasaran jasa, terdiri atas:


1. Intangibillty (tidak berwujud)

Jasa mempunyai sifat tidak berwujud (intangibility), dengan kata lain tidak bisa melihat, mencium, meraba, mendengar dan menikmati hasilnya sebelum mereka membelinya. Nilai tidak berwujud dari jasa bisa berupa kenikmatan, rasa aman, serta kepuasan tersendiri. Bagi mendapat seluruh itu seringkali konsumen akan menggali terlebih dahulu infomasi dari jasa yang bakal digunakannya laksana lokasi, harga, serta format pelayanan yang akan diserahkan ke konsumen.


2. Inseparability (tidak bisa dipisahkan)

Tidak Dapat Dipisahkan (Inseparability) dengan kata lain jasa tidak dapat diceraikan dari sumbernya, yakni perusahaan jasa yang menghasilkannya dengan konsumen yang memakai jasa tersebut. Interaksi antara penyedia jasa dengan konsumen terjadi saat jasa diproduksi dan dikonsumsi pada ketika bersamaan. Jika konsumen melakukan pembelian suatu jasa maka ia bakal berhadapan langsung dengan sumber atau pihak penyedia jasa.


3. Variabillity/heterogeneity (berubah-ubah)

Jasa yang diserahkan sering kali berubah-ubah tergantung siapa yang menyajikannya, kapan dan dimana penyaji jasa itu dilakukan. Konsumen sebelum memungut keputusan untuk memakai suatu jasa seringkali akan meminta pendapat orang lain, oleh karena tersebut penyedia jasa bakal terus berlomba-lomba menawarkan bervariasi jasa dengan kualitas yang baik guna membuat kepuasan dari konsumennya.


4. Perishabbility (tidak tahan lama)

Jasa tidak dapat ditabung sehingga tidak dapat dipasarkan pada masa yang bakal datang. Dalam urusan ini jasa bertolak belakang dengan barang, karena seringkali barang dapat ditabung dan dipakai berulang-ulang kali maka tidak demikian dengan jasa, bilamana jasa tidak langsung dipakai maka jasa itu akan selesai begitu saja. Suatu jasa yang diserahkan oleh penyedia jasa tergantung dari permintaan pasar yang tidak jarang berubah-ubah.


Jenis-Jenis Pemasaran Jasa:

Ada sejumlah jenis daeipemasaran jasa, berikut ialah jenis-jenis nya:


1. Segmen pasar

Berdasarkan pada segmen pasar, jasa dapat dipisahkan menjadi jasa untuk konsumen akhir (misalnya asuransi jiwa dan pendidikan) dan jasa untuk organisasi contohnya (jasa akuntansi dan perpajakan, jasa konsultasi manajemen dan jasa konsultan hukum).

Dalam mengerjakan segmentasi setidak terdapat lima guna yang bisa diperoleh, yaitu:

  1. Mendesain jasa yang lebih responsif terhadap keperluan pasar.
  2. Menganalisis pasar.
  3. Menentukan peluang.
  4. Menguasai posisi yang superior (unggul) dan kompetitif.
  5. Menentukan strategi komunikasi yang efektif dan efisien.

2. Tingkat Keberwujudan

Kriteria ini bersangkutan dengan tingkat keterlibatan produk jasmani dengan konsumen. Berdasarkan kriteria itu jasa dapat dipisahkan menjadi tiga macam yakni :

  1. Rented goods service. Jenis ini konsumen melulu menyewa dan memakai produk-produk tertentu, menurut tarif tertentu dan sekitar jangka masa-masa tertentu. Misalnya penyewaan mobil, VCD, hotel, villa, apartemen, dll.
  2. Owned goods service. Barang-barang yang dipunyai konsumen direparasi, dikembangkan atau ditingkatkan, dan dipelihara oleh perusahaan jasa. Jenis ini pun menyangkut perubahan format barang yang dipunyai oleh konsumen. Contohnya jasa reparasi (arloji, sepeda motor, komputer, pencucian mobil, perawatan, rumput lapangan golf, laundri, dll) .
  3. Non goods service. Jasa ini ialah jasa personal mempunyai sifat intangible yang ditawarkan pada konsumen. Misalnya supir, asisten lokasi tinggal tangga, pengasuh bayi, dosen, tutor, pembimbing wisata, berpengalaman kecantikan, dan lain-lain.

3. Keterampilan Penyedia Jasa

Berdasarkan tingkat kemampuan jasa terdiri dari jasa profesional (misalnya konsultan manajemen, konsultan pajak, konsultan hukum, dokter, perawat, arsitek, dan lain-lain) yang mempunyai pelanggan yang selektif dan jasa non-profesional (misalnya supir taksi dan security).


4. Tujuan Organisasi Jasa

Berdasarkan destinasi organisasi, perusahaan jasa terdiri dari sejumlah jenis, yaitu:

  1. Perumahan atau penginapan, merangkum penyewaan apartemen, villa, hotel, motel, dan rumah.
  2. Operasi lokasi tinggal tangga mencakup perbaikan rumah, reparasi perlengkapan rumah tangga, pertanaman, house hold cleaning.
  3. Rekreasi dan hiburan penyewaan dan reparasi perlengkapan yang dipakai untuk aktivitas-aktivitas rekreasi dan hiburan serta administrasi guna hiburan, peragaan dan rekreasi.
  4. Personal care, merangkum laundry dan perawatan kecantikan.
  5. Perawatan kesehatan, mencakup segala macam jasa medis dan kesehatan.
  6. Pendidikan swasta.
  7. Bisnis dan jasa profesional lainnya, mencakup biro hukum, konsultasi pajak, konsultasi manajemen, dan akuntansi seta jasa komputerisasi.
  8. Asuransi, perbaikan dan jasa komersial lainnya, laksana asuransi perorangan dan bisnis, jasa kredit dan pinjaman, konseling investasi dan pelayanan pajak.
  9. Transportasi, mencakup jasa angkutan dan penumpang baik melewati darat, laut, dan udara, serta reparasi dan penyewaan kendaraan.
  10. Komunikasi, terdiri atas telepon, telegram, internet, dan jasa komunikasi bisnis yang ter-spesifikasi.

5. Regulasi

Dari aspek ini jasa dapat dipecah menjadi regulated service (misalnya sebagai pialang, angkutan umum, dan perbaikan) dan non regulated service.


6. Tingkat Intensitas Karyawan

Berdasarkan tingkat intensitas karyawan (keterlibatan tenaga kerja), jasa bisa dikembangkan menjadi dua macam, yakni equipment based service (seperti cuci mobil otomatis, ATM, dan binatu) dan people based service (seperti pelatih sepak bola, satpam, jasa akuntan,konsultan manajemen dan konsultan hukum).


7. Tingkat Kontak Penyedia Jasa dan Pelanggan

Berdasarkan tingkat kontak ini, secara umum jasa dapat dipecah menjadi high contact service (seperti universitas, bank, dokter, dan jasa pegadaian) dan low contact service (misalnya bioskop).


Faktor yang Mendorong Pertumbuhan Bisnis Jasa

  • Perubahan Demografis
  • Perubahan Psikogafis
  • Perubahan Sosial
  • Perubahan Perekonomian
  • Perubahan Politik dan Hukum

Bauran Pemasaran Jasa

Bauran pemasaran jasa adalan 4P, yaitu: product, price, place, dan promotion. Sedangkan guna pemasaran jasa, semua pakar menambahkan 3 bagian lagi, yaitu: people, process, dan customer service.


1. Product

Konsumen tidak melulu membeli jasmani dari produk tetapi pun manfaat dan nilai dari produk itu “the offer”. Fokus terhadap konsep The Brand to Commodity Continuum. Arahkan supaya produk hadir dengan brand yang bertolak belakang sehingga memberi kesan spesial.


2. Price

Keputusan dalam penentuan harga mesti konsisten dengan strategi pemasaran. Strategi penentuan harga mesti menyimak tujuan penentuan harga, yakni bertahan, memaksimalkan laba, memaksimalkan penjualan, gengsi atau prestise, pengembalian atas investasi.


3. Place

Tempat dalam bisnis jasa dimaksudkan sebagai teknik penyampaian jasa (delivery system) untuk konsumen dan di mana tempat yang strategis. Ada tiga pihak yang dilibatkan dalam paparan jasa, yaitu: penyedia jasa, perantara, dan konsumen.


4. Promotion

Keberhasilan promosi jasa bergantung kepada keterampilan mengidentifikasi target, keterampilan menilai destinasi promosi, keterampilan mengembangkan pesan yang disampaikan, dan keterampilan memilih bauran komunikasi.


5. People ‘Orang’ bermanfaat sebagai penyedia jasa sangat memprovokasi kualitas jasa pelayanan yang diberikan. Untuk menemukan kualitas, maka dibutuhkan pelatihan staf sampai-sampai karyawan dapat memberikan kepuasan untuk konsumen. Tujuannya ialah untuk mendorong dalam sebuah kinerja yang bisa memuaskan konsumen.


6. Process

Proses dalam pemasaran jasa berhubungan dengan kualitas jasa yang diberikan, khususnya dalam urusan sistem paparan jasa.


7. Customer Service

Pelayanan konsumen mengarah kepada kegiatan pelayanan pra transaksi, ketika transaksi, dan pasca transaksi. Kegiatan sebelum transaksi bakal turut mempengaruhi pekerjaan saat transaksi dan pasca transaksi. Tujuan dari kativitas ini ialah agar konsumen memberi respon yang positif dan mengindikasikan loyalitas yang tinggi.


Tujuan Pemasaran Jasa

Terdapat dua destinasi pemasaran jasa, yakni commercial services dan non profit services, inilah ini penjelasannya:

  1. Commercial Services (profit services). Jasa yang bertujuan guna mendapatkan laba. Contoh: Cuci mobil, dimana jasa ini bertujuan guna mendapatkan laba dengan teknik mencucikan mobil konsumen.
  2. Non Profit Services. Jasa yang bertujuan guna kepentingan sosial. Contoh: Museum, dimana jasa ini bertujuan untuk menyerahkan info untuk konsumen museum, tanpa membidik laba.

Strategi Pemasaran Jasa

Dibawah ini merupakan sejumlah strategi guna pemasaran jasa,:


  • Rantai Laba-Jasa

Dalam bisnis jasa, pelanggan dan karyawan jasa lini depan berinteraksi untuk membuat jasa. Hasilnya, interaksi efektif bergantung pada kemahiran karyawan jasa lini depan dan proses penyokong yang mendukung para karyawan. Oleh karena tersebut perusahaan jasa mesti memfokuskan perhatian pada keduanya, pelanggan dan karyawan, supaya berhasil. Perusahaan jasa mengetahui rantai laba-rugi (service-profit chain), yang menghubungkan laba perusahaan jasa dengan karyawan dan kepuasan pelanggan.


  • Mengelola Diferensiasi Jasa

Perusahaan jasa dapat mendiferensiasikan hantaran jasa mereka dengan mempunyai orang yang bersangkutan langsung dengan pelanggan yang lebih dapat dan bisa diandalkan, melewati pengembangan lingkungan jasmani yang baik dimana produk jasa dihantarkan atau dengan merancang proses penghantaran yang baik.


  • Mengelola Kualitas Jasa

Perusahaan jasa bisa mendiferensiasikan dirinya dengan menghantarkan kualitas yang lebih tinggi secara konsisten dikomparasikan pesaingnya, dimana penyedia jasa mesti mengidentifikasi apa yang diinginkan pelanggan sasaran terhadap kualitas jasa.


  • Mengelola Produktivitas Jasa

Dengan ongkos yang bertambah cepat, perusahaan jasa mendapat desakan besar untuk menambah produktivitas jasa. Hal ini dapat dilaksanakan dalam sejumlah cara, seperti mengajar karyawan lama dengan lebih baik atau mempekerjakan karyawan baru yang bakal bekerja lebih keras atau lebih terampil, menambah kuantitas jasa mereka dengan meminimalisir sejumlah kualitas jasa, pun dapat mengindustrialisasi jasa dengan menambahkan perangkat dan memutuskan standar produksi, dan yang terakhir, penyedia jasa dapat mempergunakan kekuatan teknologi.


Demikian Pembahasan Tentang Strategi Pemasaran Jasa: Pengertian Menurut Para Ahli, Karakteristik, Jenis, Faktor, Bauran dan Tujuan dari Pendidikanmu
Semoga Bermanfaat Bagi Para Pembaca :)

Baca Artikel Lainnya:

/* */