Pengertian Gerhana Matahari

Hallo, Selamat Datang di Pendidikanmu.com, sebuah web tentang seputar pendidikan secara lengkap dan akurat. Saat ini admin pendidikanmu mau berbincang-bincang berhubungan dengan materi Gerhana Matahari? Admin pendidikanmu akan berbincang-bincang secara detail materi ini, antara lain:  proses, waktu, jenis, mengamati dan seri.

Gerhana-Matahari

Pengertian Gerhana Matahari

Gerhana matahari terjadi saat posisi bulan terletak salah satu Bumi dan Matahari sehingga memblokir sebagian atau semua cahaya Matahari. Walaupun Bulan lebih kecil, bayang-bayang Bulan dapat melindungi cahaya matahari sepenuhnya sebab Bulan yang berjarak rata-rata jarak 384.400 kilometer dari Bumi lebih dekat dikomparasikan Matahari yang memiliki jarak rata-rata 149.680.000 kilometer.

Melihat secara langsung ke fotosfer matahari (bagian cincin cerah dari matahari) walaupun melulu dalam sejumlah detik bisa mengakibatkan kehancuran permanen retina mata sebab radiasi tinggi yang tak tampak yang dipancarkan dari fotosfer.

Kerusakan yang dimunculkan dapat menyebabkan kebutaan. Mengamati gerhana matahari memerlukan pelindung mata eksklusif atau dengan memakai metode menyaksikan secara tidak langsung. Kaca mata sunglasses tidak aman untuk dipakai karena tidak menyaring radiasi inframerah yang bisa merusak retina mata.


Proses Gerhana Matahari

Gerhana Matahari terjadi ketika posisi bulan berada salah satu Bumi dan Matahari, sampai-sampai tertutupi dari sebagaian atau semua cahaya Matahari. Ataupun Bulan lebih kecil, bayang-bayang Bulan dapat mengayomi cahaya Matahari seluruhnya karena Bulan yang berjerak rata-rata 384.400 km dari Bumi lebih dekat daripada Matahari yang mempunyai jarak rata-rata 149.680.000 km.


Waktu-waktu Kontak dan Fase-fase Gerhana Matahari

Momen terjadinya gerhana matahari menurut urutan terjadinya:


Kontak I

Kontak I ialah saat piringan bulan dan piringan matahari mulai bersinggungan. Kontak I ini menandai dimulainya peristiwa gerhana.


Kontak II

Kontak II ialah saat kesatu semua piringan matahari tertutup oleh piringan bulan (untuk peristiwa gerhana matahari total), atau ketika seluruh piringan bulan seluruhnya berada ‘di dalam’ piringan matahari (untuk peristiwa gerhana matahari cincin). Kontak II ini menandai dimulainya fase total (untuk gerhana matahari total), atau fase cincin (untuk gerhana matahari cincin)


Puncak gerhana

Puncak gerhana ialah saat jarak antara pusat piringan Bulan dan pusat piringan Matahari menjangkau minimum.


Kontak III

Kontak III ialah kebalikan Kontak II. Kontak III ini ialah saat piringan matahari mulai terbit dari belakang piringan bulan (untuk peristiwa gerhana matahari total), atau ketika piringan bulan mulai meninggalkan piringan matahari (untuk peristiwa gerhana matahari cincin). Interval antara Kontak II dan kontak III ialah panjangnya fase gerhana total. Pada gerhana matahari sebagian, fase Kontak II dan Kontak III ini tidak anda amati.


Kontak IV

Kontak IV ialah saat piringan matahari dan piringan bulan bersinggungan saat piringan bulan meninggalkan piringan matahari. Kontak IV ini ialah kebalikan dari Kontak I, dan menandai berakhirnya peristiwa gerhana secara keseluruhan. Interval antara Kontak I dan Kontak IV ialah panjangnya peristiwa gerhana matahari.

Berdasarkan waktu-waktu kontak ini, peristiwa gerhana matahari melewati fase-fase:

  1. fase gerhana sebagian: selang antara kontak I dan kontak II, dan antara kontak III dan kontak IV
  2. fase gerhana total atau fase gerhana cincin (tergantung gerhana matahari total atau cincin): selang antara kontak II dan kontak III

Fase gerhana matahari mana saja yang dicermati saat terjadinya suatu gerhana matahari, bergantung pada jenis gerhana matahari dan darimana anda mengamati. Secara prinsip:

  • pada gerhana matahari total: terjadi fase gerhana beberapa dan fase gerhana total
  • pada gerhana matahari cincin: terjadi fase gerhana beberapa dan fase gerhana cincin
  • pada gerhana matahari sebagian: melulu terjadi fase gerhana sebagian.

Namun dalam pengamatannya, pengamat di wilayah yang bertolak belakang akan meneliti waktu kontak yang berbeda, dan karenanya akan meneliti fase gerhana yang bertolak belakang pula. Ini tergantung pada posisi pengamat relatif terhadap jalur yang dilewati umbra/penumbra Bulan. Karena itu, untuk mengerjakan pengamatan gerhana matahari, butuh perencanaan dan pemilihan tempat pengamatan.


Jenis Gerhana Matahari

Gerhana matahari dapat dipecah menjadi empat jenis yaitu:


  • Gerhana Total

Gerhana total, urusan ini terjadi andai saat puncak gerhana, piringan Matahari diblokir seluruhnya terhadap piringan Bulan. Saat itu, piringan Bulan lebih banyak atau sama besar dari piringan Matahari. Ukuran piringan Matahari serta Piringan bulan tersebut berubah-ubah, urusan itu terjadi tergantung pada setiap jarak Bumi-Bulan serta Bumi-Matahari.

Gerhana-Matahari


  • Gerhana Sebagaian

Gerhana sebagaian, urusan itu terjadi bila piringan Bulan (saat puncak gerhana) melulu menutup beberapa dari piringan Matahari. Gerhana ini tidak jarang kali ada unsur dari piringan Matahari yang tidak tertutupi oleh piringan Bulan.


  • Gerhana Cincin

Gerhana cincin, gerhana ini terjadi bila piringan Bulan (saat puncak gerhana) melulu menutup beberapa dari piringan Matahari. Gerhana ini terjadi jia ukuran pirinfan Bulan lebih kecil dari piringan Matahari. Sehingga ketika piringan Bulan sedang di depan pitingan Matahari,

tidak seluruh piringan Matahari bakal tertutupi oleh piringan Bulan. Bagian piringan Matahari yang tidak tertutupi oleh piringan Bulan, pada posisi disekeliling piringan Bulan serta terlihat laksana cincin yang bercahaya.


  • Gerhana Hibrida

Gerhana hibrida, bergeser diantara gerhana toral serta cincin. Pada titik tertentu di permukaan Bumi, gerhana ini hadir sebagai gerhana total, sementara pada titik-titik lain hadir sebagai gerhana cincin. Gerhana hibrida relatif jarang.


Mengamati Gerhana Matahari

Melihat dengan langsung kearah fotosfer matahari (bagian cincin cerah dari Matahari) dapat membahayakan, karena dapat mengakibatkan kehancuran secara permanen retina mata yang disebabkan radiasi tinggi yang tidak tampak yang dipancarkan dari fotosfer. Kerusakan yang ditimbulkan dapat mengakibatkan kebutaan.

Dalam meneliti gerhana Matahari membutuhkan pelindung mata yang eksklusif atau dengan menggunakan metode menyaksikan tidak secara langsung. Pemakaian kaca mata untuk menyaksikan gerhana tidak aman karena kaca mata tidak menyaring radiasi yang dapat merusak retina mata.

Sebab cepatnya peredaran Bumi mengelilingi matahari, gerhana matahari tidak barangkali berlangusng lama atau lebih dari 7 menit dan 58 detik, sehingga pemantauan usahakan dilaksanakan dengan secepat mungkin.


Seri Saros Gerhana Matahari

Seri saros gerhana matahari bisa disarikan sbb, Jika suatu seri saros dibuka saat Bulan berada ~ 18° dari titik tanjak turun, maka:

  1. Umbra akan melalui 3500 km dari pusat Bumi. Saat itu, terjadi gerhana matahari beberapa di kutub selatan
  2. Gerhana berikutnya terjadi dengan umbra berada 300 km lebih dekat
  3. Setelah selama 10-11 gerhana matahari (dalam rentang selama 200 tahun), maka bakal terjadi gerhana matahari sentral yang kesatu di kutub selatan
  4. Sampai selama 950 tahun berikutnya, terjadi gerhana sentral yang bergeser dari selatan mengarah ke ke unsur utara dengan pergeseran ~ 300 km
  5. Pada selama pertengahan periode ~950 tahun pada poin di atas, bakal terjadi gerhana matahari terpanjang yang terjadi di equator
  6. Satu seri saros dari mulai bermunculan sampai matinya, memakan waktu tidak cukup lebih 13 abad. Setiap seri saros ini beranggotakan 70-80 buah gerhana, dengan ~50 diantaranya ialah gerhana sentral Jika suatu seri saros gerhana matahari dibuka saat Bulan berada di dekat titik tanjak naik, maka bakal terjadi urusan yang sama dengan arah yang berlawanan.

Demikian Pembahasan Tentang Gerhana Matahari adalah: Proses, Waktu, Jenis, Mengamati dan Seri dari Pendidikanmu
Semoga Bermanfaat Bagi Para Pembaca :)

Berita Artikel Lainnya:

/* */