Metamorfosis Lalat

Hallo, Selamat Datang di Pendidikanmu.com, sebuah web tentang seputar pendidikan secara lengkap dan akurat. Saat ini admin pendidikanmu mau berbincang-bincang berhubungan dengan materi Metamorfosis Lalat? Admin pendidikanmu akan berbincang-bincang secara detail materi ini, antara lain:  tahapan metamorfosis pada lalat dan 9 pola hidupnya.

Proses-Metamorfosis-Pada-Lalat

Lalat merupakan sejenis serangga yang dirasakan pembawa sekian banyak macam penyakit. lalat dapat menjadi perantara bibit penyakit sebab ia tidak jarang kali hinggap pada tempat-tempat kotor laksana sampah dan lantas hinggap pada makanan yang tidak di blokir rapat.

Lalat bisa menyebarkan penyakir tidur, penyakit diare dan sebagainya. Lalat merasakan metamorfosis sempurna karena format mudanya bertolak belakang dengan ketika dewasa. Selain tersebut lalat pun mengalami fase pupa. Metamorfosis lalat dibuka dari telur → larva → pupa → lalat dewasa.


Tahapan Proses Metamorfosis Pada Lalat

Berikut ini ada empat (4) langkah proses metamorfosisi pada lalat, terdiri atas:


1. Proses Telur

Proses-Telur-lalat

Fase kesatu pada proses metamorfosis lalat dimulai dengan stadium telur. Telur didapatkan oleh lalat betina sesudah sel telurnya terbuahi oleh spermatozoa lalat jantan. Telur lalat umumnya di taruh secara berkelompok oleh induk betina di tempat-tempat yang kotor, serupa sampah, bangkai, hingga kotoran manusia.

Tempat-tempat yang kotor tersebut seringkali berisi tidak sedikit protein yang menjadi makanan larva lalat dikala telur menetas nantinya. Di samping itu, wilayah yang kotor dirasakan ialah wilayah yang kondusif untuk induk lalat guna meletakan telur alasannya yakni jauh dari cakupan para predator.

Bentuk telur lalat lonjong lingkaran dan berwarna putihdengan ukuran panjang 1 hingga 2 mm. Dalam proses metamorfosis lalat, telur seringkali akan menetas dalam masa-masa 1 sd 1 hari sampai lantas berkembang menjadi larva.


2. Proses Larva

Proses-Larva

Beberapa hari sesudah telur ditaruh akan berubah format menjadi belatung, format belatung lalat serupa dengan belatung pada kupu-kupu. Larva lalat seringkali memakan daging ataupun senyawa organik lainnya. Larva ini bakal terus makan sampai rangka tubuhnya tidak muat lagi,

pada masa ini larva bakal berganti kulit memakai rangka yang lebih kuat. Pergantian kulit ini bakal terjadi sampai 3 kali sepanjang hidupnya. Seekor larva bisa tumbuh sampai 2 kali ukuran tubuhnya melulu dalam masa-masa 2 hari saja.


3. Proses Pupa

Proses-pupa

Sesudah periode instar yang terakhir, larva lalat bakal mencari wilayah pemberian guna bertapa dan menjalani fase pupa. Tempat yang dipilih seringkali yaitu wilayah yang petang dan terlindung dari sinar matahari langsung. Struktur badan larva bakal berubah ibarat kokon dengan warna coklat dan tekstur yang keras.

Larva mulai menginjak periode pupa dan terus tumbuh membelah sekitar 1 minggu. Pada hari ke 3 hingga hari ke 6 pupa bakal mulai menyusun sepasang akup, hingga jadinya ia terbit dari selubungnya guna terbang sebagai lalat dewasa.


4. Proses Lalat Dewasa

Proses-Lalat-Dewasa

Setelah lalat terbit dari dalam pupa maka lalat dewasa akan berjuang terbang untuk menggali makanan. Dalam masa-masa 3 hari lantas lalat telah akan mengerjakan reproduksi lagi. Masahidup lalat melulu 21 hari. Seekor lalat betina bisa bertelur sampai 900 butir sepanjang hidupnya.


Pola Hidup Lalat

Pola hidup lalat terbagi menjadi sejumlah bagian. Adapun pola hidup lalat ialah sebagai berikut:


  • Tempat perindukan/berbiak

Sucipto (2011) mengaku bahwa : “ Tempat yang disenangi lalat ialah tempat yang basah laksana sampah basah, kotoran binatang, tumbuh-tumbuhan yang busuk, kotoran yang menumpuk secara kumulatif”. Depkes RI (1991) mengemukakan bahwa :

“Tempat yang disenangi ialah tempat basah, benda-benda organik, tinja, sampah basah, kotoran binatang, tumbuh-tumbuhan busuk, kotoran yang menumpuk secara kumulatif (dikandang hewan) paling disenangi oleh larva lalat, sementara yang tercecer jarang digunakan sebagai lokasi berbiak lalat”. Secara umum lokasi perindukan untuk lalat ialah tempat yang kotor dan basah.


  • Jarak terbang

“Jarak terbang paling tergantung pada adanya makanan yang tersedia, rata- rata 6-9 km, kadang-kadang dapat menjangkau 19-20 km dari lokasi berbiak atau 7- 12 mil dari lokasi perkembangbiakannya. Selain tersebut ia dapat terbang 4 mil/jam (Depkes, 1991)”.


  • Kebiasaan makan

Lalat memakan makanan yang dimakan oleh insan sehari-hari, laksana gula, susu dan makanan lainnya, kotoran insan serta darah. Bentuk makanannya cair atau makanan yang basah, sedang makanan yang kering diairi oleh ludahnya terlebih dulu, baru diisap (Depkes, 1991).

Dalam Widyati & Yuliarsih (2002) mengungkapkan bahwa: “Lalat lebih menyenangi makanan yang bersuhu tinggi daripada lingkungan sekitarnya”.


  • Tempat istirahat

“Dalam memilih lokasi istirahat (resting place), lalat lebih menyenangi tempat yang tidak berangin, namun sejuk, dan bila malam hari tidak jarang hinggap di semak-semak di luar lokasi tinggal” (Widyati & Yuliarsih, 2002).

Lalat beristirahat pada lantai, dinding, langit-langit, jemuran pakaian, rumput-rumput, kawat listrik dan lain-lain serta sangat digemari tempat-tempat dengan tepi tajam yang permukaannya vertikal. Tempat tidur tersebut seringkali dekat dengan lokasi makannya dan tidak lebih dari 4,5 meter di atas permukaan tanah (Depkes, 1991). Lalat tidur ditempat dimana ia hinggap dan atau lokasi yang dekat dari lokasi hinggapnya.


  • Lama hidup

Pada musim panas, umur lalat berkisar antara 2-4 minggu, sedang pada musim dingin dapat mencapai 70 hari (Depkes, 1991). Widyati dan Yuliarsih (2002) mengaku bahwa: “ Tanpa air lalat tidak bisa hidup lebih dari 46 jam”. Sehingga lama hidup lalat pada lazimnya berkisar antara 2-70 hari.


  • Temperatur dan kelembaban

Lalat mulai terbang pada temperatur 150C dan kegiatan optimumnya pada temperatur 210C. Pada temperatur di bawah 7,50C tidak aktif dan di atas 450C terjadi kematian pada lalat. Sedangkan Kelembaban erat hubungannya dengan temperatur setempat (Depkes, 1991).


  • Sinar

Lalat adalah serangga yang mempunyai sifat fototropik, yaitu menyenangi sinar. Pada malam hari tidak aktif, namun dapat aktif dengan adanya sinar buatan. Efek sinar pada lalat tergantung sepenuhnya pada temperatur dan kelembaban (Depkes, 1991).

Melihat pola hidupnya, lalat adalah tipe makhluk hidup yang perumahan dan bisa berkembang biak dengan pesat serta dapat bertahan hidup dengan relatif lama pada temperatur dan suasana tertentu.


Demikian Pembahasan Tentang 4 Tahapan Proses Metamorfosis Pada Lalat dan 9 Pola Hidupnya dari Pendidikanmu
Semoga Bermanfaat Bagi Para Pembaca :)

Berita Artikel Lainnya:

/* */