Materi Ringkasan

Hallo, Selamat Datang di Pendidikanmu.com, sebuah web tentang seputar pendidikan secara lengkap dan akurat. Saat ini admin pendidikanmu mau berbincang-bincang berhubungan dengan materi Ringkasan? Admin pendidikanmu akan berbincang-bincang secara detail materi ini, antara lain:

Contoh-Ringkasan

Pengertian Ringkasan

Ringkasan memiliki banyak pengertian, diantaranya ringkasan adalah suatu cara yang efektif untuk menyajikan suatu karangan yang panjang dalam bentuk singkat. Sedangkan menurut Asmi (2004), Ringkasan merupakan penyajian singkat dari suatu karangan asli, sedangkan perbandingan bagian atau bab dari karangan asli secara proposional tetap dipertahankan dalam bentuknya yang singkat.

Ringkasan adalah alih bahasa dari summary. Istilah ini mengandung makna sebagai salah satu wujud/bentuk penyingkatan suatu informasi dengan hanya menyajikan informasi atau butir-butir pentingnya. Meskipun sebuah ringkasan hanya berisi butir-butir penting atau butir-butir pokok dari sebuah informasi lengkap dan komplit, namun tidak berarti pikiran penulis atau pembicara tidak bisa disarikan secara utuh.

Ringkasan berasal dari bentuk dasar “ringkas” yang berarti singkat, pendek dari bentuk yang panjang. Hal ini dipakai untuk mengatakan suatu bentuk karangan panjang yang dihadirkan dalam jumlah singkat. Suatu ringkasan disajikan dalam bentuk yang lebih pendek dari tulisan aslinya dengan berpedoman pada keutuhan topik dan gagasan yang ada di dalamtulisan aslinya yang panjang itu.


Pengertian Ringkasan Menurut Para Ahli

Berikut dibawah ini terdapat beberapa pendapat dari para ahli mengenai ringkasan, antara lain sebagai berikut:


  • Menurut Nurhadi, 2010 : 136,

Ringkasan adalah sebuah cara menyajikan karangan dalam bentuk singkat dengan mempertahankan urutan isi dan sudut pandang pengarang aslinya.


  • Menurut Isdriani, 2009 : 152,

Ringkasan (Precisyang berarti memotong atau memangkas) adalah suatu cara yang efektif untuk menyajikan suatu karangan yang panjang dalam bentuk singkat.


  • Menurut Asmi (2004)

Ringkasan merupakan penyajian singkat dari suatu karangan asli, sedangkan perbandingan bagian atau bab dari karangan asli secara proposional tetap dipertahankan dalam bentuknya yang singkat.


  • Menurut Alfaini, 2011 : 2

Ringkasan berasal dari bentuk dasar “ringkas” yang berarti singkat, pendek dari bentuk yang panjang. Hal ini dipakai untuk mengatakan suatu bentuk karangan panjang yang dihadirkan dalam jumlah singkat. Suatu ringkasan disajikan dalam bentuk yang lebih pendek dari tulisan aslinya dengan berpedoman pada keutuhan topik dan gagasan yang ada di dalam tulisan aslinya yang panjang itu.


  • Menurut Nurhadi, 2010 : 137

Ringkasan atau sering disebut dengan istilah “precis” adalah bentuk singkat atau ringkas, dari sebuah karangan yang masih memperlihatkan sosok dasar dari aslinya.


  • Wijayanti dkk, 2013 : 172

inti bacaan dalam ringkasan yang dibuat, tidak meninggalkan urutan-urutan gagasan yang melandasinya. Kata “precis” itu sendiri mempunyai makna “memangkas”, artinya, penyusun ringkasan hanya memangkas hal-hal yang lebih kecil menyelimuti gagasan utama bacaan. Dengan demikian, kerangka dasarnya masih tampak jelas. Bila Anda memangkas cabang-cabang sebuah pohon, sehingga tampak pokok-pokok pohon beserta cabang-cabang utamanya, itulah membuat ringkasan.


Ciri-Ciri Ringkasan

Membuat ringkasan memiliki ciri-ciri tertentu. Adapun ciri-ciri dari ringkasan tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Pengungkapan kembali bentuk kecil dari sebuah karangan.
  2. Memproduksi kembali apa kata pengarang.
  3. Memperthankan urutan-urutan gagasan yang membangun sosok (badan) karangan.
  4. Penyusun rigkasan terikat oleh penataan, isi, dan sudut pandang pengarangnya.
  5. Kalimatnya pendek-pendek dan senada dengan kalimat pengarang aslinya.

Tujuan Ringkasan

Ada dua pendapat para ahli yang mengemukakan tentang tujuan membuat ringkasan, yaitu sebagai berikut :


  • 1) Menurut Mulyati, 2007 : 9.16

Karangan memiliki sebuah tema atau topik utama. Tema atau topik utama itu, kemudian dikembangkan menjadi rangkaian bagian-bagian karangan yang terdiri atas paragraf-paragraf. Kemudian, setiap paragraf memiliki sebuah tema atau pokok pikiran utama yang mendukung tema atau topik utama karangan. Untuk memahami sebuah makna karangan atau buku, pembaca harus dapat memahami tema atau pokok pikiran utama yang terkandung dalam setiap paragraf yang membentuk keseluruhan karangan atau buku itu. Tema atau pokok pikiran utama tersebut dapat ditemukan pada bagian awal, akhir, atau awal, dan akhir paragraf atau mungkin tersirat.

Guna memahami dan mengingat isi suatu bahan atau bacaan atau buku Anda dapat menuliskan ringkasan bahan bacaan atau buku yang sudah Anda baca. Untuk tujuan itu, Anda dapat terlebih dahulu mencatat tema atau pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam setiap paragraf atau setiap bagian bacaan atau buku. Kemudian, dengan memanfaatkan bahan catatan itu, Anda dapat menuliskan ringkasan isi bacaan atau buku dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri.


  • 2)Menurut Alfaini, 2011 : 2

Ringkasan dibuat untuk memendekkan sebuah karangan yang panjang. Seseorang yang akan membuat ringkasan harus memilah-milah mana gagasan utama dan gagasan tambahan. Karena tujuan ringkasan adalah memahami dan mengetahui isi dari sebuah buku, sehingga diperlukan latihan-latihan untuk membimbing seseorang agar dapat membaca karangan dengan cepat. Jadi salah satu tujuan dari membuat ringkasan yaitu untuk membantu seseorang agar bisa membaca sebuah buku dalam waktu singkat dan menghemat waktu.

Seorang penulis ringkasan tidak akan membuat ringkasan yang baik bila ia kurang teliti dalam membaca dan tidak dapat membeda-bedakan gagasan utama dan gagasan tambahan. Kemampuan dalam membedakan tingkat-tingkat gagasan itu akan membantunya untuk mengasah kemampuan dalam gaya bahasa, dan menghindari pemakaian uraian panjang lebar yang mungkin masuk di dalam karangan tersebut.

Dari beberapa pendapat para ahli diatas, penulis menyimpulkan bahwa tujuan membuat ringkasan adalah membantu seseorang memahami dan mengetahui isi sebuah buku atau karangan. Dengan membuat ringkasan, seseorang dibimbing dan dituntun untuk membaca karangan asli dengan cermat dan menuliskan kembali dengan tepat.


Manfaat Ringkasan

Berikut dibawah terdapat beberapa manfaat ringkasan, yaitu sebagai berikut :


  1. Memudahkan Membaca Isi Pokok Suatu Bacaan

Materi yang dituliskan di dalam ringkasan hanyalah pokok bacaan yang ada pada naskah asli. Dengan ringkasan yang dibuat, maka akan dengan mudah didapatkan untuk memahami isi pokok bacaan dan makna yang terkandung di dalam bacaan atau teks tersebut. Dengan ringkasan, tidak ada kalimat yang tidak terlalu penting untuk diingat masuk di dalamnya, sehingga yang terdapat dalam ringkasan hanyalah pokok pembahasannya saja. Pembuat ringkasan akan mudah memahami pokok materi dan dapat mengembangkan sendiri materi yang telah tercatat di ringkasan.


  1. Memudahkan Mengingat Materi

Dengan membuat ringkasan, maka akan terlihat jelas materi pokok yang ada pada suatu teks. Materi yang ditulis dalam ringkasan juga tidak sebanyak dengan materi yang tertulis pada teks asli. Minimnya kata dan kalimat pada ringkasan akan semakin memudahkan memingat materi karena materi yang panjang sudah dalam bentuk yang ringkas. Pokok materi juga akan lebih mudah diingat dan materi tambahan atau penjelas dapat dijelaskan sendiri asalkan materi pokoknya sudah dipahami dengan baik.


  1. Membantu Memahami Teks

Membuat ringkasan akan membantu memahamkan seseoang denganmateri yang sedang dipelajari. Bentuknya yang ringkas akan mudah diingat karena materi yang tertulis menjadi lebih sedikit dibandingkan dengan materi yang sebelumnya.


  1. Mengingatkan Kembali Pada Materi Dengan Cepat

Ringkasan dapat membantu menjadi pengingat teradap materi yang ada pada suatu teks atau naskah. Gagasan utama yang tertulis dan materi yang ditulis secara ringkas, dan disertai dengan beberapa gambar akan memudahkan untuk mengingat materi. Untuk mengingat materi hanya perlu membuka dan membaca kembali ringkasan yang singkat, tidak perlu mengulang membaca kembali teks atau naskah yang sangat panjang.


  1. Melatih Kreativitas

Membuat ringkasan akan membantu melatih kreativitas. Setiap membuat ringkasan akan berfikir untuk membuat ringkasan yang mudah sehingga ringkasan yang dibuat dan bentuk ringkasan akan semakin kratif agar lebih mudah diingat.


Menilai Ringkasan

Berikut dibawah ini terdapat beberapa menilai ringkasan, yaitu sebagai berikut :

  • Membandingkan hasil ringkasan yang anda buat dengan teks aslinya.
  • Apakah ringkasan yang dibuat tergolong sinopsis, abstrak, atau ikhtisar?
  • Apakah hasil ringkasan itu sesuai dengan karakteristik dari jenis ringkasan yang dibuat itu?
  • Apakah esensi maksud, makna, informasi, dalam ringkasan sudah mencerminkan maksud, makna, dan informasi yang terkandung dalam teks aslinya?
  • Apakah panjang ringkasan tidak lebih dari 1/3 teks aslinya?
  • Apakah orisinalitas pikiran penulis aslinya dapat tetap dipertahankan sehingga tidak tercemari oleh masuknya pikiran dan pendapat si pembuat ringkasan?
  • Lihat sistematika dan pengorganisasian ringkasan.
  • Apakah kalimat-kalimat yang terangkai dalam paragraf sudah runtun dan padu?
  • Apakah pemakaian kata sambung (konjungsi), kata-kata petunjuk konteks, kata ganti dapat mendukung kesatuan dan kepaduan paragraf.
  • Apakah teknis sajian ringkasan lebih memudahkan pembaca dalam memahami dan menangkap informasi yang tersaji dalam ringkasan?
  • Lihat penggunaan bahasa dalam ringkasan.
  • Apakah tingkat keterbacaan mudah dibaca dan tidak menyimpang dari esensi maksud teks aslinya?
  • Apakah kalimat-kalimatnya sudah efektif?
  • Apakah penggunaan ejaan dan tanda baca sudah benar dan tepat?

Cara Membuat Ringkasan

Alfaini, 2011 : 3 berpendapat bahwa bagi mereka yang sudah terbiasa dalam membuat ringkasan, biasanya tahu cara membuat ringkasan yang baik. Tetapi disamping itu perlu untuk memberikan beberapa patokan sebagai pegangan, khususnya bagi mereka yang belum pernah melakukan itu atau baru untuk memulainya. Setelah terbiasa, mungkin beberapa patokan itu juga tidak akan diperlukan lagi. Beberapa pegangan yang digunakan untuk membuat ringkasan yang baik dan benar antara lain:


  1. Membaca Naskah Asli

Langkah awal yang harus dilakukan adalah seorang penulis ringkasan harus membaca naskah asli satu atau dua kali, bahkan dapat diulang beberapa kali hingga diketahui kesan umum secara menyeluruh mengenai isi dari naskah tersebut. Penulis juga perlu mengetahui maksud pengarang dan sudut pandang pengarang.

Agar dapat membantu penulis mencapai itu semua, maka judul dan daftar isi dapat menjadi acuan dalam karangan itu. Perincian daftar isi memiliki hubungan erat dengan judul sebuah karangan. Dan juga, alinea-alinea dalam karangan menunjang pokok-pokok yang terkandung dalam daftar isi. Maka dari itu, penulis sebaiknya memahami dengan baik daftar isi dari sebuah karangan sehingga lebih mudah untuk mendapatkan kesan umum, maksud asli pengarang serta sudut pandang pengarang yang terdapat dalam karangan.


  1. Mencatat Gagasan Utama

Jika penulis sudah mengetahui kesan umum, maksud asli serta sudut pandang pengarang, maka sekarang ia harus memperdalam dan mempertegas semua hal itu. Hal yang harus dilakukan selanjutnya adalah memahami kembali karangan bagian demi bagian, alinea demi alinea sambil mencatat gagasan-gagasan penting yang tersirat dalam bagian atau alinea itu.

Tujuan dari pencatatan itu ada dua, yang pertama untuk tujuan pengamatan agar memudahkan penulis pada waktu meneliti kembali apakah pokok-pokok yang dicatat itu penting atau tidak; kedua, catatan itu menjadi dasar bagi pengolahan selanjutnya. Yang terpenting tujuan dari pencatatan ini adalah agar tanpa adanya ikatan teks asli penulis mulai menulis kembali untuk meyusun sebuah dengan menggunakan pokok-pokok yang telah dicatat.

Sama halnya langkah pertama yang menggunakan judul dan daftar isi sebagai pegangan, maka dalam pencatatan gagasan ini judul-judul bab, judul anak bab, dan alinea yang harus dijadikan sasaran pencatatan, bahkan kalau perlu catat juga gagasan bawahan alinea yang betul-betul esensil untuk memperjelas gagasan utama tadi. Karena sifatnya hanya sebagai ilustrasi atau deskripsi untuk mejelaskan gagasan utama yang ada dalam alinea pertama maka perlu diperhatikan bahwa ada alinea yang dapat dihilangkan.

Itu semua terjadi karena ada sebuah alinea kedudukannya lebih penting dari pada alinea yang mendahuluinya. Dalam hal ini gagasan utama yang diambil dari rangkaian alinea terdapat dalam alinea utama, sedangkan alinea-alinea tambahan lainnya bisa diabaikan atau dirangkai menjadi satu kalimat.


  1. Mengadakan Reproduksi

Dengan menggunakan kesan umum pada langkah pertama diatas dan catatan-catatan yang diperoleh dari langkah kedua diatas, maka seorang penulis sudah siap untuk memulai membuat ringkasan yang dimaksud. Dalam ringkasan urutan isi disesuaikan dengan urutan naskah asli dan harus menggunakan bahasa penulis karangan dan harus diurut. Apabila terdapat gagasan-gagasan di antara gagasan-gagasan yang telah dicatat masih terdapat gagasan yang kabur, maka penulis dapat melihat kembali isi naskah yang asli.

Ketentuan Tambahan Dengan membuat reproduksi, belum tentu pengarang sudah mengerjakan segala sesuatunya dengan sebaik-baiknya. Adapun beberapa hal yang perlu diperhatikan agar ringkasan dapat ditulis dengan baik, diantaranya:

  • 1) Sebaiknya dalam menyusun ringkasan mempergunakan dalam kalimat tunggal daripada kalimat majemuk. Kalimat majemuk menunjukkan bahwa ada dua gagasan atau lebih yang bersifat paralel. Bila ada kalimat majemuk telitilah kembali apakah tidak mungkin dijadikan kalimat tunggal.
  • 2) Ringkaslah kalimat menjadi frase dan frase menjadi kata. Begitu pula jika rangkaian gagasan yang panjang hendaknya diganti dengan suatu gagasan sentral saja.
  • 3) Besarnya ringkasan tergantung jumlah alinea dan topik utama yang akan dimasukkan dalam ringkasan. Alinea yang mengandung ilustrasi, contoh, deskripsi, dsb. dapat dihilangkan, kecuali yang dianggap penting. Semua alinea semacam itu yang akan dipertahankan karena dianggap penting, harus pula dipersingkat atau digeneralisasi.
  • 4) Jika memungkinkan buanglah semua keterangan atau kata sifat yang ada, meski terkadang sebuah kata sifat atau keterangan masih dipertahankan untuk menjelaskan gagasan umum yang tersirat dalam rangkaian keterangan atau rangkaian kata sifat yang terdapat dalam naskah.
  • 5) Pertahankan semua gagasan asli dan urutan naskahnya. Tetapi yang sudah dicatat dari karangan asli itulah yang harus dirumuskan kembali dalam kalimat ringkasan yang dibuat oleh penulis. Jagalah juga agar tidak ada hal yang baru atau pikiran penulis yang dimasukkan kedalam ringkasan.
  • 6) Agar dapat membedakan rangkuman (ikhtisar) dan ringkasan sebuah tulisan biasa (bahasa tidak langsung) dan sebuah pidato atau ceramah (bahasa langsung) yang menggunakan sudut pandang orang pertama tunggal atau jamak, maka ringkasan pidato atau ceramah itu harus ditulis dengan sudut pandang orang ketiga.
  • 7) Dalam sebuah ringkasan ditentukan pula panjangnya, maka dari itu anda harus membuat seperti apa yang diminta bila diminta membuat ringkasan menjadi seperatus dari karangan asli anda harus membuat seperti itu.Agar memastikan apakah ringkasan dan yang dibuat sudah sepertiyang diminta silahkan hitung jumlah seluruh kata dalam karangan kemudian bagilah dengan serarus. Hasil dari pembagian itulah yang merupakan panjang karangan yang harus ditulis. Perhitungan jumlah kata ini bukan berarti seseorang menghitung secara riil jumlah katayang ada. Tapi hanya suatu perkiraan yang dianggap mendekati kenyataan.

Contoh Ringkasan

Berikut dibawah ini terdapat beberapa contoh ringkasan, antara lain sebagai berikut:


  • Contoh Ringkasan Materi

Blog adalah bentuk Aplikasi Web. Pada dasarnya merupakan bagian dari situs website yang dapat diakses secara online yang memiliki fungsi utama memuat tulisan-tulisan dan gambar (dimuat dalam posting) pada setiap halaman web. Blog biasanya dikelola oleh pengguna tunggal (sebagian lainnya oleh beberapa penulis) dibuat sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut.

Fungsi blog pada dasarnya adalah sebagai media publikasi untuk menyalurkan ide atau catatan harian melalui tulisan-tulisan yang di muat dalam posting. Dalam perkembangan sekarang, blog bisa digunakan untuk menghasilkan uang melalui iklan yang terpasang di blog. Untuk dapat menghasilkan uang, tentu blog harus mempunyai pengunjung/visitor.

Media Blog pertama kali dipopulerkan oleh blogger.com, dimiliki oleh perusahaan Pyra Labs yang disebarluaskan pada Agustus 1999. Karena kepopuleran tersebut, Pyra Labs akhirnya diakuisisi oleh Google pada akhir tahun 2002. Semenjak itu, banyak terdapat aplikasi-aplikasi yang bersifat Open Source yang diperuntukkan kepada perkembangan para penulis blog tersebut.


CARA MEMBUAT BLOG


  1. Buat Email Gmail terlebih dahulu.

Blogger.com, disyaratkan telah memiliki akun email gmail (bukan yang lain seperti yahoo, hotmail dan lainnya). Ini tidak saja untuk tujuan bikin blog, tapi bisa juga untuk keperluan lain, seperti daftar facebook, upload video di Youtube, dan lain sebagainya, jadi tak ada ruginya bila kita membuatnya, lagian kita bisa memanfaatkannya sebagai alat komunikasi.


  1. Masuk ke www.blogger.com

Setelah membuka alamat website resminya di atas maka anda akan melihat gambar seperti di bawah (jadi saat masuk yang diketik adalah blogger.com, tapi setelah jadi bagian akhir alamatnya adalah blogspot.com) Silahkan isi datanya dengan alamat email dan kata sandi email yang telah kamu buat sebelumnya, lalu klik ‘Masuk’ :


  1. Mulai bikin blog baru

Setelah login selanjutnya kamu akan diarahkan ke halaman seperti yang tertera di bawah, silahkan klik tombol di sebelah kiri yang bertuliskan “Blog Baru”.


  1. Beri Nama dan Pilih Alamat

Selanjutnya akan muncul halaman kecil yang mana terdapat 4 langkah singkat pembuatan blog di dalamnya, yaitu:

Penjelasan:

  1. Judul – Pada bagian ini anda bisa menuliskan judul yang sesuai dengan anda inginkan.
  2. Alamat – Pada kolom ini anda harus pilih alamat blog gratisan yang belum digunakan orang lain, mislanya bloggue.blogspot.com dan sebagainya.  Jika sudah dipesan orang maka akan terlihat tanda seru (!) berwarna kuning seperti yang terlihat pada gambar atau kalau belum ada yang gunakan sama sekali maka akan tampak tanda benar atau centang berwarna biru. Jika sudah begitu lanjutkan ke step berikutnya.
  3. Template – Tampilan beberapa gambar yang terlihat ini adalah bentuk tampilan blogmu nantinya.
  4. Klik ‘Buat Blog’ – Ini untuk men-save nama dan tampilan yang sudah dipilih dan blog gratisan sederhana anda pun telah jadi dan siap diisi berbagai artikel maupun penawaran bisnis di dalamnya.

  1. Mengisi dan Menulis Artikel

Setelah mempunyai blog maka langkah selanjutnya yang harus kita tahu adalah bagaimana menulis artikel di dalamnya dan apa saja yang dilakukan agar bisa mulai aktif dan dikunjungi banyak orang. Berikut prosesnya :


  • Masuk ke halaman penulisan

Note :

  1. Silahkan anda klik tombol warna oranye (no 1) yang bergambar pensil tersebut untuk mulai posting article,
  2. Atau klik icon tanda panah kecil untuk memilih beberapa pengaturan, misal ‘Pos‘ untuk melihat semua artikel yang sudah ditulis, ‘Laman‘ untuk menulis artikel menu seperti profil, kontak dan sebagainya, ‘Komentar‘ untuk melihat siapa saja yang telah memberi comment, dan ‘Statistik‘ untuk melihat jumlah pengunjungnya per hari, minggu atau bulan. Setelah masuk di bagian itu, anda juga masih bisa melihat tombol pos atuu membuat artikel baru di bagian kiri samping yang juga tulisannya oranye.

  • Mulai posting

Keterangan (sesuai angka):

  1. Untuk keterangan nomor 1 di sisi dengan judul artikel yang akan kamu publikasikan, usahakan jangan terlalu singkat dan kalau perlu sesuai dengan tema yang kamu ingin bahas agar mudah terindeks.
  2. Kolom untuk mengetik tulisan blog anda.
  3. Untuk pengaturan dan gaya artikel, seperti mem-bold, huruf miring atau memperbesar kata dan lainnya.
  4. Label adalah sama dengan nama dari kategori artikelnya. Ini gunanya untuk mengelompokkan jenis tulisan dalam satu kategori, missal ‘WordPress’ yang isinya segala menyangkut soal tutorial wordpress tersebut.
  5. Tombol kuning dengan tulisan ‘Publikasikan’ adalah yang kita klik setelah selasai menulis  agar artikel tersebut bisa online dan dibaca semua orang.

  • Contoh Ringkasan Buku

BUKU : CAPUNG

Judul Buku : MENGENAL CAPUNG

Penulis : Shanti Susanti

Penerbit : Puslitbang Biologi – LIPI

Tahun penerbit : 1998

Ringkasan :


Capung adalah binatang yang menarik, memiliki 4 sayap, kepala besar, antenna, toraks yang kuat dan kaki yang sempurna. Mata capung sangat besar disebut mata majemuk, terdiri dari ommatidium. Dengan ini dia bisa melihat ke segala arah dan mendektesi gerakan yang jauhnya lebih dari 10 meter. Dan kakinya sangat kuat jadi diggunakan untuk hinggap di suatu tempat, bukan untuk berjalan.

Capung hidup seluruh dunia, paling banyak ditemukan di daerah tropis seperti Indonesia. Di Indonesia terdapat sekitar 750 jenis capung. Capung juga dapat hidup di pengunungan tinggi dan kawasan kutub utara.

Capung menghabiskan sebagian hidupnya sebagai nimfa (sepasin) yang sangat bergantung pada perairan  seperti sungai, sawah, danau, kolam, atau rawa.

Capung mengalami daur hidupnya sebanyak tiga tahap, yaitu telur, nimfa, dan dewasa. Daur ini termasuk metamorfosis tidak lengkap. Nimfa terkenal dengan pemangsa yang ganas di dalam air dan bernafas dengan insang. Pada waktuknya selama lima tahun nimfa naik ke atas permukaan, memanjat tumbuhan dan berubah menjadi capung dewasa.

Telur capung ada yang panjang dan bulat, telurnya terdapt sebuah lubang untuk dimasuki sperma sebelum ditaruh oleh induknya. Selama 1-3 minggu telur akan menetas. Selain itu telur dapat sebagai makanan ikan besar.

Perilaku menarik capung, capung kawin dengan cara yang aneh. Capung akan melakukan perkawinan dengan terbang, dengan menggunakan ekornya capung jantan akan mencengkram bagian kepala betina, lalu betina membengkokkan ujung perutnya menuju alat kelamin jantan yang sudah tersi sperma. Dan capung memiliki kebiasaan  untuk berjemur.

Manfaat capung bagi kehidupan manusia ada banyak salah satunya adalah. Capung sebagai inspirasi para seniman lukis, perancang mode, penulis puisi dan lagu. Dapat juga sebagai makanan perangsang, sebagai obat, dan digunakan untuk menghentikan kebiasaan mengompol pada anak- anak dengan cara si capung menggelitik pusar anak tersebut. Capung dapat juga sebagai pembasmi binatang kecil yang berbahaya sepertijentik- jentik nyamuk.

Capung merupakan binatang yang akan punah karena habitat yang rusak karena ulah manusia. Oleh sebab itu, capung harus dilestarikan. Dengan cara tidak menangkapnya, dimakn atau dimainkan, juga harus dilestarikan tempat tinggalnya/ habitat.


  • Contoh Ringkasan Pendek

Batuk sebetulnya bukan penyakit refleks, karena mengalami rangsangan udara yang berpolusi,  asap pabrik, asap rokok, bau-bauan, gas yang merangsang atau kekurangan udara. Batuk juga dapat  terjadi  karena saluran pernapasan atau paru-paru terkena infeksi kuman-kuman tertentu. Udara dingin  atau lembab dapat juga membuat orang batuk atau bersin.

Obat batuk yang dijual di pasaran bebas umumnya terdiri atas obat atau campuran obat yang  mengandung bahan yang dapat mengeluarkan lendir atau riak agar saluran pernapasan bersih dari gangguan atau rangsangan penyebab batuk itu, Obat batuk jenis ini disebut ekspektoran.


Ringkasan teks tersebut yang tepat adalah …

  1. Penyakit batuk dikarenakan rangsangan udara yang tidak berpolusi, asap rokok, gas yang merangsang atau kekurangan udara terinfeksi, maka barus diobati dengan ekspektoran.
  2. Pengaruh batuk itu terjadi karena asap pabrik, gas asap rokok, udara yang berpolusi, sehingga saluran paru-paru terinfeksi. Untuk mengobati penyakit tersebut dapat dibeli di pasar bebas.
  3. Batuk terjadi karena polusi udara, asap pabrik, rokok, bau-bauan, gas, kekurangan udara saluran pernapasan. Batuk dapat diobati dengan ekspektoran.
  4. Terjadinya penyakit batuk karena polusi udara, asap pabrik, bau-bauan, kekurangan udara. Namun, semua dapat diobati dengan obat-obat altematif yang dijual di pasaran bebas.

Daftar Pustaka:

  • Munaseh dkk, Bahasa Indonesia, Universitas Muhammadiyah Cirebon.
  • Sahara, Siti dkk, 2010, Keterampilan Berbahasa Indonesia, FITK UIN:Jakarta.

Demikian Pembahasan Tentang 3 Contoh Ringkasan: Pengertian Menurut Para Ahli, Ciri, Tujuan, Manfaat, Nilai dan Cara Membuat dari Pendidikanmu
/* */